Kasta NTB Datangi Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Mabes POLRI, Ada Apa ?

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KASTA NTB, yang terdiri dari Ketua DPD KASTA Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, serta pengurus DPP KASTA NTB, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), (13/2/25).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan perusakan lingkungan yang diduga dilakukan oleh beberapa perusahaan berkedok investasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Presiden KASTA NTB, Lalu Wink Haris, menegaskan bahwa banyak perusahaan yang datang dengan dalih investasi, tetapi justru melakukan praktik yang diduga melanggar hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hutan kami digunduli, tanah kami dilubangi, laut kami diprivatisasi atas nama investasi. Padahal, ini tak jauh berbeda dengan penjajahan sumber daya alam yang menguras kekayaan negeri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Apresiasi Diberikan Kapolda NTB Kepada Warga Monjok dan Taliwang yang Serahkan Senjata dan Sepakat Berdamai

Laporan Dugaan Perusakan Lingkungan

Dalam aksi tersebut, KASTA NTB secara resmi melaporkan lima kasus dugaan pelanggaran aturan dan perusakan lingkungan, yaitu:

1. PT. TCN di Gili Trawangan, Lombok Utara – Dugaan perusakan lingkungan bawah laut akibat aktivitas pengolahan air laut menjadi air bersih yang diduga tidak mengantongi izin pemanfaatan Ruang Bawah Laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

2. PT. Autorin di Lombok Timur – Dugaan pencemaran lingkungan yang merugikan ekosistem sekitar.

3. PT. ESL – Dugaan penelantaran lahan akibat tidak mampu merealisasikan pembangunan sesuai izin.

4. Tambang Ilegal di Sekotong, Lombok Barat – Dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan warga negara asing.

5. Penambangan Ilegal di Pulau Sumbawa – Dugaan eksploitasi sumber daya tanpa izin yang merusak lingkungan.

BACA JUGA :  Santi Duta Sahabat Polisi Indonesia Memberikan Semangat SPN Polda Bali penerapan TRI HITA KARANA

Ketua DPP KASTA NTB, Lalu Arik Rahman Hakim, meminta Kejaksaan Agung RI menuntaskan kasus ini secara menyeluruh.

“Kami berharap tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Semua yang terlibat harus diproses sesuai aturan,” tegasnya.

Dugaan Keterlibatan Pejabat dan Perusahaan Asing

KASTA NTB juga menyoroti dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam melindungi praktik ilegal ini.

Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat menuding adanya persekongkolan antara PT. Indotan Lombok Barat Bangkit dengan perusahaan asing yang melakukan penambangan ilegal di wilayahnya.

“Tidak mungkin PT. Indotan tidak mengetahui aktivitas ini. Dugaan kami, ada konspirasi jahat antara perusahaan lokal dan asing,” katanya.

Selain itu, mereka juga menyoroti dugaan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya serta penggunaan solar subsidi untuk operasional alat berat dalam tambang ilegal.

Laporan Diteruskan ke Presiden dan Mabes Polri

BACA JUGA :  L'Etape Indonesia By Tour De France 2023 Sukses Digelar di Kabupaten Lombok Tengah

Tak hanya Kejaksaan Agung, KASTA NTB juga menyerahkan laporan ini kepada Presiden RI, Mabes Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian ATR/BPN, serta Kejaksaan Tinggi NTB.

Ketua DPD KASTA NTB Lombok Timur, Risdiana SH, meminta pemerintah segera mencabut izin perusahaan-perusahaan yang tidak jelas operasionalnya. “Banyak pengusaha yang datang berdalih investasi, padahal mereka hanya broker yang mencari keuntungan sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KASTA KLU, Yanto Anggara, mendesak Kejaksaan Agung segera memproses dugaan perusakan lingkungan oleh PT. TCN di Lombok Utara.

KASTA NTB berkomitmen untuk terus mengawal persoalan lingkungan di NTB dan memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

Mereka menegaskan akan terus melakukan upaya-upaya hukum dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan di NTB.

Berita Terkait

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong
Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak
KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU
Pengerusakan SPPG di Lombok Tengah HOAX!
Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat
Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi
Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:16 WIB

Semen Mulai Langka di Lombok Tengah, Warga dan Kontraktor Keluhkan Stok Kosong

Selasa, 15 September 2026 - 19:30 WIB

Kejari Lombok Tengah Pastikan Tahap II Kasus ABH Berjalan Aman Sesuai Prosedur Peradilan Anak

Senin, 14 September 2026 - 21:33 WIB

KASTA NTB Buka Suara Soal Jejak Kontrak PT TCN di KLU

Senin, 14 September 2026 - 04:19 WIB

Pengerusakan SPPG di Lombok Tengah HOAX!

Selasa, 8 September 2026 - 16:32 WIB

Polemik “Uang Batal Demo” Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp

Selasa, 8 September 2026 - 06:12 WIB

Izin Tidak Lengkap dan Langgar Perda, Empat Diskotik di Mataram Digugat

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade

BERITA TERBARU