PHO PKM Pringgarata dari Kontraktor ke Dinas Kesehatan Dinilai Terlalu Cepat

Minggu, 22 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Serah terima Provisional Hand Over (PHO) pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok (Loteng) dari PT Nata Buana Raya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Loteng dinilai terlalu cepat, (10/12/24).

Pembangunan PKM yang menelan anggaran hampir 8 Miliar tersebut mendapat perhatian khusus dari Kelompok Masyarakat Kare – kare Kecamatan Pringgarata.

BACA JUGA :  LOGIS Harapkan Kapolda NTB Baru Mampu Jaga Netralitas

Lalu Suhandi salah satu dari Kelompok Masyarakat Kare – kare mengatakan, serah terima itu dilakukan terlalu cepat karena masih banyak pengerjaan proyek yang belum terselesaikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan yang menelan anggaran 8 Miliar lebih tersebut masih banyak yang kurang dan dianggap  belum selesai dikerjakan oleh PT Nata Buana Raya, tapi sudah melaksanakan serah terima (PHO),” Katanya saat turun melakukan inspeksi.

BACA JUGA :  Polres Loteng Himbau Masyarakat Tetap Jaga Kamtibmas Pasca Pemilu 2024 

Dari hasil inspeksi yang dilakukan, lanjut Suhandi, ada temuan air limbah pasien yang belum tersalurkan ke ipal yg tersedia, kemudian lanskapnya belum dikerjakan sama sekali. Itu semuanya berantakan, asal – asalan dan belum tertata dengan baik

BACA JUGA :  Menarik ! AMITECH Gelar Seminar Teknologi Digital & AI di Mataram Lombok

“Sementara pasien yang berkunjung di Puskesmas Pringgarata sangat ramai dan membutuhkan fasilitas yang memadai,” Tuturnya.

Lalu Suhandi berharap agar inspektorat dan kejaksaan turun melakukan audit karena diduga  pengerjaan proyek Puskesmas zpringgarata dikerjakan asal – asalan.

Berita Terkait

Dinilai Berbelit dan Tidak Profesional, Pelayanan Tata Ruang PUPR Lombok Tengah Dikeluhkan
KASTA NTB Soroti 54% Anggota DPRD Belum Lapor Kekayaan
Kawal Aset Desa 256 Ribu Meter Persegi, JPN Kejari Lombok Tengah Turun Langsung dalam Pemeriksaan Setempat
Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing
Pengurus KDKMP Bingung! Kunci Gerai Dibawa Babinsa
Mulai dari Perangkat Desa hingga Marbot Masjid, Pemkab Lombok Tengah Berikan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan
Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX
Vonis Korupsi PPJ Lombok Tengah, Deklarasi NTB Sebut Pola Korupsi Diduga Masih Berlanjut hingga 2026
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:10 WIB

Dinilai Berbelit dan Tidak Profesional, Pelayanan Tata Ruang PUPR Lombok Tengah Dikeluhkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:33 WIB

KASTA NTB Soroti 54% Anggota DPRD Belum Lapor Kekayaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:02 WIB

Kawal Aset Desa 256 Ribu Meter Persegi, JPN Kejari Lombok Tengah Turun Langsung dalam Pemeriksaan Setempat

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:41 WIB

Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:36 WIB

Pengurus KDKMP Bingung! Kunci Gerai Dibawa Babinsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:12 WIB

Mulai dari Perangkat Desa hingga Marbot Masjid, Pemkab Lombok Tengah Berikan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:08 WIB

Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah HOAX

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:16 WIB

Vonis Korupsi PPJ Lombok Tengah, Deklarasi NTB Sebut Pola Korupsi Diduga Masih Berlanjut hingga 2026

BERITA TERBARU