Keracunan Massal Siswa di Praya Tengah, Kasta NTB: Pengelola SPPG Lalai Jalankan Aturan

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​NESIANEWS.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat Kasta NTB mengecam keras insiden keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, pada Jumat, 10 April 2026.

​Berdasarkan data dari Puskesmas Pengadang, yang didapatkan oleh Kasta NTB, tercatat 11 siswa harus dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan intensif hingga pukul 20.00 WITA. Dari jumlah tersebut, 5 siswa menjalani rawat inap, 4 siswa masih dalam observasi, dan 2 lainnya menjalani rawat jalan.

​Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris, menilai peristiwa ini merupakan potret kelalaian nyata dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menerapkan prosedur sanitasi dan keamanan pangan.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan, Pathul Bahri Paparkan Program dan Pembangunan Daerah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Peristiwa keracunan massal ini membuktikan bahwa pengelola SPPG lalai dalam menjalankan aturan terkait prosedur penyiapan makanan yang hygienis dan aman untuk dikonsumsi siswa, kejadian ini harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terutama BGN agar memberikan sangsi tegas kepada pengelola SPPG tersebut,” ujar Wink Haris dalam keterangan tertulisnya.

​Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil langkah radikal, bukan sekadar teguran administratif. Menurutnya, izin operasional dapur SPPG yang bermasalah tersebut harus dicabut secara permanen guna memberikan efek jera dan menjamin keselamatan siswa di masa depan.

BACA JUGA :  Kodim Loteng Bersama Kemhan Tanam Jagung di Selong Belanak

​”Kami meminta BGN agar melakukan tindakan tegas berupa penutupan permanen terhadap dapur SPPG yang sudah lalai menjalankan aturan yang menyebabkan puluhan siswa mengalami keracunan massal, kejadian seperti ini tidak boleh ditoleransi, jika hal ini tidak diindahkan maka kami akan mengambil langkah hukum untuk melaporkan pengelola dapur SPPG tersebut ke aparat penegak hukum,” tegas Wink Haris.

​Lebih lanjut, Wink Haris menekankan bahwa insiden ini telah mencederai hak konsumen dan melanggar sejumlah regulasi kesehatan di Indonesia. Ia merujuk pada UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

BACA JUGA :  Kawasan The Nusa Dua Sukses Jadi Venue Event Dream Machine Festival

​”Langkah tegas perlu dilakukan tidak sekedar teguran atau sangsi suspend yang tidak akan memberi efek jera kepada para pengelola SPPG karena keracunan massal yang dialami siswa merupakan pelanggaran UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan juga UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk menentukan penyebab pasti keracunan tersebut.

Berita Terkait

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung
Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:49 WIB

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

BERITA TERBARU