Ternyata di Sini Tempat Pabrik Estasi Jaringan Internasional

- Wartawan

Sabtu, 3 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Ternyata tempat ini merupakan lokasi pabrik ekstasi jaringan internasional. Tempat tersebut, berada di wilayah Kabupaten Tangerang Banten da Kota Semarang Jawa Tengah.

Lokasi tersebut, diungkap Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan Bea Cukai, Ditresnarkoba Polda Banten dan Ditresnarkoba Polda Jateng, Jumat 2 Juni 2023,  di Perumahan Lavon Pasar Kemis, Tangerang.

Hadir dalam kegiatan ini Kabareskrim Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol M. Sabilul Alif, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ramadhan, Dirtipid Narkoba
Dirinterdiksi Narkotika Bea Cukai R. Syarif Hidayat, Kepala KPU BC tipe C Soetta Gatot Sugeng Wibowo, Dirnarkoba Polda Banten Kombes Pol Suhermanto, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sigit Dany.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabareskrim Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto mengatakan, pihak Direktorat TP Narkoba Bareskrim Polri mendapat informasi tentang akan adanya pengiriman mesin cetak tablet dari luar negeri dan bahan kimia jenis pentylon serta bahan prekusor lainnya yang akan digunakan untuk pembuatan pencetakan ekstasi di Indonesia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ditpidnarkoba Bareskrim Polri bekerjasama dengan Bea dan Cukai, Ditresnarkoba Polda Banten serta Ditresnarkoba Polda Jateng melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut, karena dicurigai dijadikan sebagai lokasi pendirian pabrik Ekstasi.

BACA JUGA :  Gerak Cepat Jajaran Polda NTB Amankan Peristiwa Penganiayaan

“Pada Kamis (1 juni) sekitar pukul 17.30 Wib Joint Operation antara Ditpodnarkoba Bareskrim Polri bersama dengan Bea Cukai, Ditresnarkoba Polda Banten, dan Ditresnarkoba Polda Jateng secara bersamaan berhasil mengungkap Clandestine Laboratory atau pabrik Ekstasi di Kabupaten Tangerang Banten dan Kota Semarang Jawa Tengah,” ujar Agus.

Hasil keterangan dua tersangka dari Tangerang berinisial TH (39) dan N (28), mereka diperintahkan oleh seseorang berinisial B yang saat ini masih DPO untuk bekerjasama sebagai koki guna memproduksi Ekstasi di Clandstine Lab yang berlokasi di Kabupaten Tangerang.

“Dan masing-masing tersangka diberi upah Rp500.000 perorang,”kata Agus.

Dari dua orang tersangka di Semarang berinisial MR (29) dan AR (29), diperoleh keterangan bahwa mereka diperintahkan oleh seseorang berinisial K yang masuk DPO untuk bekerja sebagai Koki guna memproduksi Ekstasi di Clandstine Lan yang berlokasi di Semarang.

“Dan mereka diberikan upah Rp1.000.000,” ungkap Agus.

Dalam hal ini pihak kepolisian mengamankan beberapa tersangka. Dimana 2 tersangka dari TKP 1 Tangerang , tepatnya di Jalan Esanta Blok 2 Nomor 5 Desa Wanakerta Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang berinisial TH (39) dan N (28).

Kemudian TKP 2 Semarang, di Jalan Kauman Barat 5 Nomor 10 Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Jawa Tengah amankan tersangka berinisial MR (29) dan AR (29).

Dari TKP di Tangerang berhasil diamankan barang bukti berupa barang jadi dan barang bukti belum jadi.

BACA JUGA :  IJU Minta Kader Demokrat KLU Bergerak Menangkan Prabowo-Gibran

Dimana dari TKP di Tangerang berhasil diamankan barang bukti berupa barang jadi yaitu 11 bungkus Besar, masing-masing berisi ekstasi dengan jumlah keseluruhan 25.000 butir ekstasi.

Selanjutnya dua bungkus plastik klip yang berisi kapsul diduga ekstasi berjumlah 1.000 butir, delapan bungkus plastik klip ekstasi dengan jumlah keseluruhan 1.380 butir extacy.

Berhasil juga diamankan barang bukti belum jadi, berupa berbagai macam prekursor seperti serbuk Galatium, MDT, serbuk putih Magnesium dan serbuk Pentylon dengan total berat 46.250 gram, Methamphetamine 1 liter, Prekursor seperti Metanol 3 liter, capsul Cafeein 200 kapsul, satu unit mesin pencetak tablet, berbagai macam peralatan Cland Lab dan alat komunikasi.

Sementara darib TKP di Semarang, berhasil diamankan barang bukti berupa barang jadi dan barang bukti belum jadi.

Antara lain, berupa barang jadi yaitu Inex atau Ekstasi warna Orange kurang lebih 9.517 butir, dua kapsul warna hijau kuning kurang lebih 593 butir, kapsul warna hijau tua hijau muda 300 butir.

Adapun barang bukti belum jadi berupa berbagai macam warna kapsul, bubuk pink dan tepung terigu Cina dengan berat total 9.705 gram, berbagai macam prekursor seperti bubuk gelatin, bubuk magnesium, bubuk MD 19, bubuk MD IH, bubuk MK, bubuk IF, bubuk IE, bubuk sisa MD dengan berat total 43.742 gram.

BACA JUGA :  Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya

“Ada juga diamankan satu buah mesin cetak tablet ekstasi, berbagai macam peralatan cland lab, alat komunikasi,” tambah Agus.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dijerat beberapa Pasal diantaranya, untuk Narkotika Golongan I Ekstasi pertama Primair Pasal 114 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu mengedarkan Narkotika golongan I dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal Rp1.000.000.000 dan maksimal Rp10.000.000.000.

Kedua Subsidair Pasal 112 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu menyediakan Narkotika golongan I dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana semujur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp800.000.000 dan maksimal Rp8.000.000.000 ditambah sepertiga lebih.

Selanjutanya dijerat dengan Subsidair Pasal 113 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu Produksi, menyalurkan narkotika golongan I dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup dan atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal Rp1.000.000.000 dan maksimal Rp10.000.000.000.

“Dengan adanya pengungkapan kasus ini jumlah total jiwa yang berhasil diselamatkan adalah 460. 778 jiwa,” tutup Agus

Berita Terkait

Ratusan Gram Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Sumbawa
Terduga Pelaku Pencabulan di Kecamatan Kopang diamankan Polres Loteng
Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024
17 Kasus Berhasil Diungkap Polres Loteng Dalam Operasi Jaran Rinjani 2024
Tersangka Pelecehan di Sekotong Akhirnya Ditangkap Kepolisian
Pria Diduga Curi Kotak Amal Mushalla Diamankan Polsek Jonggat
Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya
Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:14 WIB

Terduga Pelaku Pencabulan di Kecamatan Kopang diamankan Polres Loteng

Sabtu, 15 Juni 2024 - 03:05 WIB

Polda NTB Sikat 376 Tersangka dalam Operasi Rinjani 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:57 WIB

17 Kasus Berhasil Diungkap Polres Loteng Dalam Operasi Jaran Rinjani 2024

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:00 WIB

Tersangka Pelecehan di Sekotong Akhirnya Ditangkap Kepolisian

Selasa, 4 Juni 2024 - 12:09 WIB

Pria Diduga Curi Kotak Amal Mushalla Diamankan Polsek Jonggat

Selasa, 4 Juni 2024 - 06:20 WIB

Setelah 3 Orang Divonis, Kejari Loteng Kembali Tetapkan 1 Tersangka Dari Kasus Korupsi BLUD RSUD Praya

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:04 WIB

Diduga Curi Kotak Amal Masjid, Seorang Pria Diamankan Kepolisian

Kamis, 9 Mei 2024 - 05:39 WIB

5 Orang dan 2,247 Kg Barang Bukti Mashroom Diamankan Polres Lombok Utara

BERITA TERBARU