PT USI Didemo, AMANAT Minta Stop Beroperasi Tanpa Izin

Jumat, 9 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM –  Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang (AMANAT) menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor PT Unggul Sejahtera Indonesia (USI), pada, Jum’at (09/08/2024) siang.

Aksi ini dilakukan AMANAT sebagai bentuk desakan investasi legal untuk tetap mengedepankan pola pola investasi yang baik. Massa aksi juga mendesak PT USI agar tidak beroperasi tanpa memiliki izin lengkap.

Selain itu, massa aksi mendesak pihak perusahaan menandatangani surat pernyataan untuk tidak beroperasi selama proses izin belum terbit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami minta PT AMNT selektif dalam memilih mitra kerja dan oknum oknum mananjemen diharapkan tidak cawe cawe dengan perusahaan yang belum memenuhi standart perizinan. Kami juga mendukung investasi di Bumi Pariri Lema Bariri tapi harus memiliki izin lengkap,” kata Ketua AMANAT Muhammad Erry Satriawan, SH, MH dalam orasinya.

BACA JUGA :  KASTA NTB Hearing! Polemik Pencabutan Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) dari PT. ESL

Menurutnya, PT USI yang bergerak pada kegiatan industri mortar atau beton siap pakai (batching plan) saat ini masih tidak boleh melakukan aktifitas apapun, sebab masih dalam status tersegel oleh tim pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

“Kami desak perusahaan agar segera melakukan upaya pemenuhan segala dokumen yang dibutuhkan agar beroperasi dengan izin yang lengkap, serta membuat surat pernyataan untuk tidak beroperasi,” terangnya.

Ia mengaku memang ada beberapa dokumen yang telah terpenuhi pada dinas terkait, namun tidak serta merta bisa langsung beroperasi atau beraktifitas, karena status tersegel belum di cabut sampai saat ini.

BACA JUGA :  Patroli Rutin Polsek Batukliang Sasar Pasar Tradisional Barabali

“Kita desak perusahaan stop beroperasi tanpa izin. Itu ilegal namanya,” kecamnya.

Dari pantauan awak media dilokasi, usai orasi perwakilan massa aksi di terima langsung oleh pihak manajemen PT USI didampingi petugas dari unsur TNI – Polri.

Sekitar pukul 15:25 Wita massa yang berjumlah puluhan orang itu membubarkan diri untuk kembali aksi didepan gate Benete PT AMNT.

Sebelumnya, Pemkab Sumbawa Barat telah menyegel perusahaan tersebut. Bahkan, Pemkab KSB dengan tegas meminta pihak perusahaan, agar selama proses pemenuhan dokumen perizinan, tidak melaksanakan aktifitas apapun yang akan mengganggu proses.

“Kami dari pemerintah selalu mengingatkan, agar perusahaan yang belum terpenuhi syarat beroperasi untuk tidak melakukan aktifitas apapun, apalagi perusahaan dimaksud sedang dalam status tersegel,” kata perwakilan Pemkab KSB Naf’an dalam keterangannya, belum lama ini.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi di Disperindag Dompu Rugikan Negara, Massa Minta Dihukum Berat

Diketahui, PT USi saat ini telah memiliki komitmen kuat untuk memenuhi segala dokumen yang dibutuhkan. Buktinya, beberapa waktu lalu telah mendapatkan salah satu dokumen penting, yaitu Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PKPLH) yang diterbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Meski demikian, Pemkab KSB melalui Dinas Lingkungan Hidup mengingatkan pihak perusahaan setelah mendapatkan PKPLH dimaksud, tidak serta merta status segel yang dilakukan tim tata ruang langsung tercabut, karena PKPLH bukan dokumen perizinan terakhir, tetapi sebuah komitmen perusahaan dalam mengelola lingkungan saat beroperasi.

Berita Terkait

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP
Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung
Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang
PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari
Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri
Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi
Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP
Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:49 WIB

‎Kecelakaan di Rambitan Renggut Dua Nyawa, Polisi Lakukan Olah TKP

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan yang Terjadi di Desa Puyung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Salat Istisqa, Santunan Anak Yatim Hingga 135 Tangki Air Bersih Disalurkan PDAM Loteng Guna Atasi Kemarau Panjang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:19 WIB

PWI Loteng Protes Pencatutan Media dalam Surat Aksi Demo Kejari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Turut Berduka Cita, Sosok Tuan Guru Bagu di Mata Pathul Bahri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sinergi BUMN di Mandalika: BSI dan ITDC Berkolaborasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kecelakaan Maut Makan Korban Jiwa di Kuta, Polresta Loteng Olah TKP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Galian kabel milik PT PLN di kawasan Kaliabang Bungur menyebabkan kemacetan dan jalan berlubang menjadi sorotan Warga Kaliabang

BERITA TERBARU