Dualisme Kepengurusan ASLI Mandalika, Sahnan Pastikan Telah Terjadi Copy Paste Lembaga

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Solidaritas Masyarakat Lingkar Mandalika (ASLI Mandalika) diduga dilakukan imitasi alias copy paste oleh sekelompok oknum yang hengkang dari kepengurusan dibawah kepemimpinan Sahnan.

Diketahui lembaga ASLI Mandalika yang baru dibawah komando Adi Wijaya diduga terjadi imitasi akibat kesalahpahaman berawal dari adanya Land Clearing Pantai Tanjung untuk penataan kawasan Pantai Tanjung Aan yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Ketua sah Asli Mandalika, Sahnan memastikan bahwa legalitas berupa akta notaris maupun SK Kemenkumham tidak mungkin akan ada dua sehingga ASLI Mandalika dibawah komandonya merupakan yang sah dan diakui secara hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalaupun ada yang melakukan imitasi (copy paste) itu saya sudah melakukan klarifikasi biar pusat tahu, Komnas HAM tahu, bahkan saya juga sudah konfirmasi ke gubernur NTB melalui Biro Humas Pemprov,” tegas Sahnan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/11/2025).

Menurut Sahnan, Kehadiran ASLI Mandalika yang baru telah diatensi oleh Polda NTB dimana Polda NTB telah melakukan konfirmasi ke pihaknya sehingga ASLI Mandalika dibawah Adi Wijaya adalah imitasi alias palsu.

Sahnan juga memastikan bahwa laporan internasional yang mengatasnamakan ASLI Mandalika adalah rekayasa yang dibuat oleh Lembaga Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) NTB yang diduga sebagai inisiator terbentuknya ASLI Mandalika yang baru.

BACA JUGA :  Kadis Kominfo Lombok Tengah Tekankan Pemanfaatan Teknologi dan Bahasa Negara dalam Tata Kelola Pemerintahan

1.Awal Mula Terjadinya Imitasi Lembaga ASLI Mandalika

Sahnan menyampaikan, terjadinya imitasi ASLI Mandalika yang saat ini diketuai oleh Adi Wijaya berawal dari kesalahpahaman antara pengurus dengan anggota.

“Situasi berawal dari sebagian anggota kami yang besar kepala kemungkinan terkait land clearing Tanjung Aan. Mereka merasa sudah bisa tanpa dibawah bimbingan kita-kita, dibawah kolaborasi Koalisi kita, dibawah naungan ASLI Mandalika yang satu payung satu, satu pintu. Sudah merasa leluasa dan lain-lain sehingga menjadi pemicu imitasi (copy paste) lembaga,” tegas Sahnan.

Sahnan menerangkan, terdapat 13 anggota Koalisi yang berada dibawah naungan ASLI Mandalika termasuk AGRA NTB, LSBH, FMN dan lain sebagainya.

Namun karena anggota koalisi sudah merasa bisa tanpa naungan ASLI Mandalika, lanjut Sahnan, akhirnya tanpa sepengetahuan ASLI Mandalika mereka sering melakukan kegiatan-kegiatan meskipun pada akhirnya ASLI Mandalika yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut.

Sahnan juga menuding ruang lingkup AGRA NTB khususnya merasa sudah bisa masuk sana sini termasuk gono gini sehingga mulai meninggalkan ASLI Mandalika yang mengawali perjuangan terkait konflik sosial di KEK Mandalika.

2.Peringatkan Ketua ASLI Mandalika yang Lakukan Imitasi Lembaga

Sahnan mengaku telah memperingatkan Adi Wijaya dengan memberikan pengertian bahwa akan ada dampak imitasi lembaga ASLI Mandalika.

“Siapa tahu nanti ada yang merasa tersakiti, terzolimi dalam hal ini ya terusik, bukan inisiator saya bilang. Bukan yang mendalangi masalah ini tetapi siapa yang bertandatangan dilaporan maka itulah yang bertanggung jawab sepenuhnya. Sudah saya konfirmasi tiga hari yang lalu sama orangnya (Adi Wijaya),” terang Sahnan.

BACA JUGA :  Sekelumit Tentang Partai IPKI, Siapa Saja Tokoh di Dalamnya?

Sahnan menyebutkan, pihaknya sudah memberi waktu selama empat bulan untuk bisa berpikir dan memilih mana yang lurus dan mana yang bengkok.

Sahnan mengaku koalisi memang tidak tertuang secara tertulis namun di forum rapat banyak yang mendengar dan awalnya tegak lurus dengan ASLI Mandalika sebelum akhirnya terjadi dugaan imitasi lembaga ASLI Mandalika dibawah Adi Wijaya.

Meski demikian, Sahnan sebagai ketua ASLI Mandalika yang sah, memilih tidak terlalu banyak merespon meskipun banyak yang memberikan saran untuk dilakukan somasi atas imitasi/copy paste oleh Adi Wijaya.

“(Somasi) itu bukan trik ASLI Mandalika karena sejelek-jeleknya kawan, kita adalah sesama kawan kan tetap sesama Sasak (suku). Apalagi ada hubungan keluarga disana itu yang hengkang (Adi Wijaya),” beber Sahnan.

3.Kepengurusan Sahnan Punya Legalitas yang Sah

Sahan menegaskan, kepengurusan ASLI Mandalika dibawah kepemimpinan dirinya adalah yang sah karena mempunyai legal standing berupa akta notaris dan SK dari kementerian Hukum dan HAM RI.

“Sementara teman-teman yang mendeklarasikan ASLI Mandalika yang baru, jauh-jauh hari mereka itukan sudah keluar dari keanggotaan ASLI Mandalika. Anggota yang keluar inilah yang tidak puas dengan pelayanan dan misskomunikasi. Nah mereka yang keluar inilah kemudian bergabung dengan AGRA NTB,” cerita Sahnan.

BACA JUGA :  HUT ke 15 KAI, Sinergi dan Kolaborasi KAI Bersama Stakehokder

Sahnan memperkirakan AGRA NTB dibawah komando Khairudin sebagai inisiator untuk memfasilitasi bahwa seolah-olah ASLI Mandalika sudah berganti pengurus.

AGRA NTB diduga memanfaatkan pengurus-pengurus yang telah hengkang dari ASLI Mandalika untuk mendeklarasikan pengurus baru ASLI Mandalika.

4.Klaim sebagai Pendiri ASLI Mandalika

ASLI Mandalika didirikan oleh Sahnan pada tanggal 8 Agustus 2019 berawal dari carut marutnya permasalahan tanah di KEK Mandalika.

Meskipun tak banyak bentuk realisasi, ASLI Mandalika dibawah Sahnan telah berhasil mencegah dan mengatasi konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Itu yang pertama. Yang kedua teman-teman yang butuh pekerjaan dan segala macam, bisa berkolaborasi. Yang ketiga, kita sambil coba karena akar rumputnya tidak mungkin akan bisa menyelesaikan masalah tanpa adanya kebijakan dari pusat. Maka ASLI Mandalika lebih cenderung berkoalisi dengan pihak AGRA yang mencoba dari hulu ke hilir,” terang Sahnan.

“Tapi karena merasa besar lengan, dari pihak AGRA NTB sudah merasa bisa ya, sehingga bermanuver mungkin dalam pikirannya. Kenapa tidak untuk bermanuver, uang aja dulu ketuanya. Tapi ternyata salah, salah tafsir. Sekarang ini sebagai pengurus kita tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Polda NTB dan banyak lagi. Dengan harapan adanya win win solution dengan BUMN dengan cara yang lebih elok dan lebih indah,” demikian Sahnan.

Berita Terkait

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi
Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade
Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade
Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat
Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng
Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat
KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati
Kejari Lombok Tengah Soroti Dugaan Perusahaan Cangkang PMA, NJOP Jomplang, dan Anomali Transaksi Tanah Wisata
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:28 WIB

Aksi Unik Kasta NTB: Beri Buket Bunga ke Kejati NTB Usai Gelar Orasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Pacsa Kebakaran, Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penanganan Logistik Hingga Kesehatan di Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Menteri Pariwisata Siagakan Poltekpar Lombok untuk Bantu Korban Kebakaran di Sade

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi dengan Baik, BARA NTB Minta Direktur PLN NTB Dipecat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Dugaan Penyimpangan DD/ADD Selong Belanak Mulai Diproses Kejari Loteng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Laporan Dugaan Kelalaian Dukcapil Kota Bekasi Bergulir ke Inspektorat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:55 WIB

KASTA NTB Lombok Barat: Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran, Luka Rakyat Belum Terobati

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Kejari Lombok Tengah Soroti Dugaan Perusahaan Cangkang PMA, NJOP Jomplang, dan Anomali Transaksi Tanah Wisata

BERITA TERBARU

Budaya

Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade

Jumat, 4 Sep 2026 - 07:33 WIB

Pemerintahan

Lalu Basarudin Janji Bawa Desa Kateng Jadi Lebih Maju

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:37 WIB