Bupati Bebaskan Biaya Bimbel GO, Ortu Diminta Antar Jemput Anaknya

Selasa, 16 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Selasa, 16/5/2023 Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri bertemu dengan para orang tua calon penerima beasiswa Kedokteran jalur Tahfiz di Ruang Bagian Kesra Setda Lombok Tengah. Bupati bertemu guna menjelaskan rencana bimbingan belajar di Ganesha Operation Lombok Tengah bagi para calon penerima beasiswa Kedokteran tersebut. Disamping itu pula Bupati Lombok Tengah mengingatkan kepada orang tua untuk benar benar memperhatikan anaknya selama di Bimbel. “Harus dijaga ketat belajarnya, bila perlu antar jemput anaknya, kalau tidak ada kendaraan kita siapkan ojek” kata Bupati.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB itu menaruh perhatian yang besar kepada para penghafal Al-Qur’an tersebut sebab bagi Bupati memberi perhatian kepada kekasih Allah itu adalah suatu keberkahan yang luar biasa karena itu Bupati sangat peduli kepada para penghafal Alquran dan anak Yatim. “Saya minta kepada anak anakku peserta calon penerima beasiswa Kedokteran untuk serius mengikuti bimbingan belajar nanti sebab masih ada satu seleksi yang saya anggap sangat berat dan menentukan yakni tes akademik di Unram” kata Bupati.

BACA JUGA :  Keributan di Batu Layar, Polres Lobar Ambil Tindakan Tegas

Bupati menjelaskan biaya Bimbel ditanggung oleh Yayasan sehingga orang tua tidak perlu memikirkan biaya bimbelnya. Yang diinginkan Bupati hanya satu yakni serius mengikuti Bimbel. Bupati mengaku akan sangat kecewa kepada peserta dan orang tua jika dalam perjalanannya nanti peserta tidak serius bahkan menikah saat sedang kuliah. “Saya tegaskan peserta tidak menikah dahulu sebelum selesai pendidikan, ini harus kita buatkan tandatangan hitam diatas putih, jangan sampai menikah lalu dibawa pergi keluar dari Lombok Tengah maka kami akan meminta untuk dikembalikan biaya pendidikan tersebut” tegas Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati beralasan bahwa setelah selesai pendidikan maka peserta penerima beasiswa Kedokteran tersebut wajib mengabdikan diri di Kabupaten Lombok Tengah terutama mengabdikan diri kepada anak anak yatim dan masyarakat miskin sebab mereka jadi dokter dari sumbangan orang. “Kami akan membuatkan fakta integritas, kalau dilanggar maka tentu ada sanksi” jelasnya.

BACA JUGA :  Musik Ngayo Gebrakan Koma.Co Siap Melintang di Lombok Tengah

Bupati menegaskan manakala hasil tes akademikny nanti rendah maka dirinya tidak bisa membantu sebab seleksi akademik itu menjadi kewenangan perguruan tinggi. “Akan ada 9 orang yang akan terpental dan itupun belum tentu 10 orang itu masuk sebab perguruan tinggi memiliki standar tersendiri, kalau ternyata hanya sebagian yang masuk sesuai standar Unram maka itu akan dibiayai jadi harus benar benar serius sebab seleksinya sangat ketat” ungkapnya.

Disamping memikirkan biaya untuk Calon Dokter yang memenuhi syarat, Bupati Lombok Tengah juga memikirkan 9 orang yang bakal gugur tersebut tentang pendidikannya. “Saya masih pikirkan bagaimana caranya agar mereka yang tak lolos menjadi mahasiswa kedokteran tersebut dapat kuliah secara gratis sebab mereka adalah kaum duafa dan penghafal Alquran, ini masih saya pikirkan caranya, saking saya cinta kepada penghafal Alquran tersebut” ujarnya.

BACA JUGA :  Peduli Kondisi Pesantren di Tengah Polemik, Kasta NTB Beri Dukungan Moral untuk Santri

Terakhir Bupati berpesan kepada orang tua untuk tidak memikirkan biaya Bimbel termasuk biaya kuliah kedokteran bagi yang lulus sebab itu menjadi urusan dirinya. “Sekarang yang perlu dipikirkan adalah bagaimana anak anak kita ini lolos seleksi akademik nanti, itu aja yang lain jangan dipikirkan, biar kami yang mikir, bapak ibu hanya jaga anaknya dan kasi support agar tekun belajar” tutupnya.

Hadir mendampingi Bupat, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah selaku Ketua Yayasan Peduli Yatim Tersenyum, Kadis Pendidikan, Kabag Kesra, Kabag Prokopim dan sejumlah pengurus Yayasan lainnya.

Berita Terkait

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa
Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!
Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan
Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah
Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara
Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng
Berita ini 61 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:06 WIB

Diduga Tahan Duit Bantuan ke Korban, Kantor Hotman 911 NTB Didatangi Massa

Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB

Terjaring OTT KPK, Bupati Lombok Barat Dibawa ke Jakarta!

Senin, 20 Juli 2026 - 20:16 WIB

Aksi Damai Pemuda Batujai: Transparansi Proyek, Bansos, dan Pelayanan Desa Jadi Tuntutan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Kasta NTB Soroti Pengelolaan DBHCHT 2026, Desak Anggaran Berpihak pada Petani Tembakau

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Terus Benahi Potensi Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Di Balik Video Viral Penangkapan Warga di Praya Barat Daya, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:55 WIB

Rp3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor Dikembalikan Kejari Lombok Tengah ke Kas Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:38 WIB

Hak Sertifikasi Tak Kunjung Diberikan, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi! Nasib Guru PAI Loteng

BERITA TERBARU