PD KMHDI Berdialog, Dorong Pendidikan Yang Berkualitas

Senin, 8 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – KMHDI Mengajar yang telah resmi dibuka di Banjar Wanagiri, Desa Sabedo, Kec. Utan. Pada acara pembukaan tersebut PD KMHDI NTB membalut acara dengan menggelar Ruang Dialog Jilid III dengan mengusung tema, “Pernikahan Dini”. Narasumber dalam kegiatan Ruang Dialog ini adalah Bunda Hj. Niken Saptarini Widyawati, S.E., M.Sc. selaku Rektor Universitas Teknologi Sumbawa.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh PHDI Kabupaten Sumbawa, PHDI Kec. Utan, Kepala Desa Sabedo, Ketua Banjar Wanagiri dan Kembang Sari. Ruang Dialog Jilid III PD KMHDI NTB di Gelar di Bale Banjar Wanagiri Desa Sabedo, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Minggu (07/04).

Pada kesempatan ini, Kepala Desa Sabedo, Arifin, S.T berharap bahwa Masyarakat Dusun Bina Karya, khususnya anak usia dini dapat termotivasi untuk mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Polres Loteng Gelar Konfrensi Pers Tindak Pidana Narkotika

“Para adik-adik ini kedepan harapannya dapat termotivasi dengan melihat teman-teman mahasiswa yang melaksanakan kegiatan KMHDI Mengajar, dan mereka dapat mengikuti jejak teman-teman mahasiswa yang berkegiatan di sini. Harus meraih cita -cita yang tinggi dan menghindari pernikahan di usia yang masih anak”, ucapnya dengan harapan yang tulus”, jelas beliau.

Ketua PD KMHDI NTB, Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta dalam sambutannya juga menambahkan agar anak-anak sadar pada dampak pernikahan dini.

“Pernikahan anak di NTB cukup tinggi, kami sebagai generasi muda Hindu sangat prihatin. Kami beromitmen dan berkewajiban untuk menyiapkan generasi muda agar jadi pemimpin. Pernikahan dini berdampak stunting, merugikan kemampuan dan kontribusi mereka. Maka melalui ruang dialog ini penting sebagai langkah kecil untuk membangun kesadaran”, ucapnya singkat tapi padat.

Bunda Hj. Niken Saptarini Widyawati yang akrab di sapa bunda Niken mengkoreksi bahwa Ruang Dialog kali ini akan membahas mengenai Pernikahan anak, bukan pernikahan dini.

BACA JUGA :  ITDC dan John Fawcett Foundation Gelar Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis untuk Warga Sekitar Kawasan The Nusa Dua

“Dalam Ruang Dialog kali ini, kita akan membahas tentang pernikahan anak, bukan pernikahan dini. Bunda ingin menekankan bahwa pernikahan bukanlah sesuatu yang enteng atau permainan, melainkan sesuatu yang serius dan berat. Pernikahan akan mengikat secara lahir dan batin, menjadikan laki-laki dan perempuan sebuah keluarga”, ungkapnya dengan tegas.

Selain itu, beliau juga menegaskan mengenai dampak pernikahan anak yang cukup signifikan.

“Dampak dari pernikahan anak sangat signifikan, mulai dari putus sekolah, risiko kemiskinan, bahaya kekerasan dalam rumah tangga, hingga pola asuh yang salah yang dapat menyebabkan stunting pada anak. Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami kekurangan gizi, yang mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat dan keterlambatan dalam perkembangan kognitif”, tambah beliau.

Pada kegiatan tersebut dilangsungkan juga sesi tanya jawab, saudari Wiwin leslesy salah satu mahasiswa Hindu mengajukan pertanyaan singkat, “Apa yang menjadi penyebab dari pernikahan anak itu sendiri bunda?”, ucapnya.

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah Inisiasi Program Nampak Terang Benderang

Dengan bahasa yang lugas dan mudah mengerti Bunda Niken pun menjawab pertanyaan tersebut.

“Salah satu penyebabnya adalah karena berpacaran, lebih baik anak-anak jangan pacaran dulu,” kata Rektor UTS. “Fokus pada karir dan mengejar cita-cita. Terus melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi, agar menjadi orang yang bisa membangun desa kita sendiri. Sehingga bisa memajukan Nusa Tenggara Barat dari desa masing-masing”, jelas beliau.

Kegiatan ruang dialog ini pun di akhiri dengan penyerahan sertifikat oleh ketua PD KMHDI NTB kepada Bunda Niken dan foto bersama seluruh peserta. Dengan harapan kedepannya, apa yang sudah disampaikan dapat diterima sehingga menjadi pertimbangan bagi orang tua untuk anak-anaknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab
Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026
Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS
Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang
Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP
Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI
Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560
Cegah Generasi Muda Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal, Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab

Rabu, 30 September 2026 - 12:14 WIB

Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:45 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:37 WIB

Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560

Senin, 27 Juli 2026 - 16:22 WIB

Cegah Generasi Muda Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal, Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya

BERITA TERBARU

Sport

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Laku Keras

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:57 WIB