Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi meluncurkan program BESTI (Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi) sebagai bagian dari Gerakan Menanam Cabai (GMC) yang melibatkan satuan pendidikan di seluruh daerah.

Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah pada Sabtu (1/8/2026) ini juga diikuti secara daring oleh sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Lombok Tengah.

Peluncuran program tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., Asisten II Sekda Lombok Tengah Drs. Lalu Rinjani, M.Si., Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Direktur Bank NTB Syariah, Perwakilan Bulog, para kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lombok Tengah, serta kepala sekolah se-Kabupaten Lombok Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga, memerlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan adalah membangun kesadaran dan budaya menanam sejak dini melalui lingkungan pendidikan.

BACA JUGA :  Pemkab Lombok Tengah Lepas 955 Mahasiswa KKP UIN Mataram

Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan pangan, serta membangun karakter generasi muda yang inovatif dan produktif.

Melalui Program BESTI, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Program ini memiliki nilai, komitmen, dan inovasi. Karena itu harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara sungguh-sungguh, serta dijaga keberlanjutannya agar mampu memberikan hasil yang nyata. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan agar program ini berjalan optimal.

Pendampingan teknis, mulai dari proses penanaman hingga masa panen, dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberhasilan Gerakan Menanam Cabai di setiap sekolah.

Selain itu, Wakil Bupati berharap para kepala sekolah dapat mengintegrasikan Gerakan Menanam Cabai ke dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan, kepedulian terhadap sektor pertanian, dan kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan.

BACA JUGA :  Melalui Program Orang Tua Asuh Pohon, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Dukung Pelestarian Lingkungan

Ia optimistis apabila dikelola dengan baik, hasil panen nantinya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Lebih lanjut, ia mendorong agar Program BESTI terus dikembangkan ke berbagai lembaga pendidikan lainnya, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi lahan cukup luas untuk mendukung gerakan ketahanan pangan.

“Mari kita jaga bersama program ini agar berjalan secara berkelanjutan. Semoga BESTI mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di Kabupaten Lombok Tengah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Program BESTI merupakan bentuk nyata kontribusi sektor pendidikan dalam mendukung salah satu dari sembilan langkah strategis nasional pengendalian inflasi, yaitu Gerakan Menanam, khususnya pada komoditas cabai yang sering mengalami fluktuasi harga.

Ia menjelaskan, pada tahap awal program ini telah melibatkan 86 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 12 kecamatan, serta 165 Sekolah Dasar (SD) di tiga kecamatan, yaitu Praya, Praya Tengah, dan Jonggat.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan Perdana 2025, Bupati: Lombok Tengah Harus Terus Berinovasi

Menurutnya, Program BESTI tidak sekadar mengajak siswa menanam cabai, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan tersebut ke dalam kurikulum sekolah sebagai sarana pembelajaran tentang pertanian, ketahanan pangan, pendidikan karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan, setiap SMP menerima bantuan 125 bibit cabai, sedangkan setiap SD memperoleh 50 bibit cabai. Sekolah bertanggung jawab menyediakan lahan, melakukan penanaman, dan merawat tanaman agar dapat berproduksi secara berkelanjutan selama satu hingga dua tahun ke depan.

Untuk mendukung keberhasilan program, Dinas Pendidikan juga menggandeng penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani agar memberikan pendampingan teknis kepada sekolah, mulai dari teknik budidaya hingga perawatan tanaman.

Seluruh satuan pendidikan diharapkan berkomitmen mengintegrasikan Gerakan Menanam Cabai ke dalam pembelajaran sekaligus memastikan keberlanjutan pemeliharaan tanaman di lingkungan sekolah.

Melalui Program BESTI, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap lahir gerakan bersama yang tidak hanya mampu mendukung pengendalian inflasi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian, serta membangun budaya produktif di lingkungan sekolah yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Perluas Wawasan Akademik dan Organisasi, Falma Buton Wakili UIN Mataram di Ajang Internasional
Kapolresta Loteng Beri Semangat dan Edukasi Pelajar saat Upacara Berbeda di SMAN 4 Praya
Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab
Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026
Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS
Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang
Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP
Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Perluas Wawasan Akademik dan Organisasi, Falma Buton Wakili UIN Mataram di Ajang Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Kapolresta Loteng Beri Semangat dan Edukasi Pelajar saat Upacara Berbeda di SMAN 4 Praya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab

Rabu, 30 September 2026 - 12:14 WIB

Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:45 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI

BERITA TERBARU

Kepolisian

Polresta Loteng Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 16:28 WIB