Faozal : Kami Optimis Triwulan Ketiga Ekonomi NTB Kian Baik

Rabu, 28 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pertumbuhan ekonomi NTB yang minus 1,47 persen, direspon positif. Pemprov NTB langsung menggelar rapat bersama mengadakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB dan Bank Indonesia KPW Provinsi NTB.

Asisten Bid Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTB Lalu Moh Faozal mengatakan, pertemuan dilaksanakan membahas Terkait pertumbuhan ekonomi NTB triwulan I 2025 dengan angka minus 1,47 persen.

BACA JUGA :  Masjid Jami' Praya Menerima 1 Ekor Sapi Kurban Seberat 1 Ton Lebih dari Presiden

“Pada pertemuan disampaikan oleh Kepala BPS bahwa Salah satu penyebab kontraksi pertumbuhan ekonomi adalah sektor tambang,” katanya, Rabu (28/5)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, penurunan tajam di sektor tambang dan ekspor ini terjadi sejak Tahun 2024. Izin ekspor tambang tidak ada sejak 3 bulan awal 2025 .

“Sejak Oktober 2024 hingga Maret 2025 hanya sekali ekspor oleh PT AMNT. Sementara, pengelola smelter belum beroperasi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Buruan Puluhan Unit Eks Kendaraan Dinas Pemkab Loteng Dilelang Secara Online

Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, kendati sektor tambang mengalami kontraksi, di sektor pertanian yang merupakan sektor basis di NTB, tumbuh 10,18 persen.

“Ini merupakan angka terbaik dalam lima tahun terakhir,” katanya.

Wahyudin tidak memungkiri ekonomi tambang memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan perekonomian NTB. Mengingat sektor tambang berpengaruh sangat besar terhadap PDRB NTB, sehingga gangguan ini berdampak langsung dan besar terhadap angka pertumbuhan ekonomi NTB.

BACA JUGA :  Tanggapi GPMS, Plt. Kades Mekar Sari Nyatakan Sudah Berikan Penjelasan

“Sampai dengan triwulan I, indeks keyakinan konsumen masih berada di area yg positif. Daya beli masyarakat, tumbuh 4,18 persen. Tidak terpengaruh dengan kontraksi di sektor pertambangan,” ucapnya.

Adapun strategi yang perlu dilakukan oleh pemerintah, sambungnya, dengan memulai diversifikasi ekonomi dan hilirisasi.

“Termasuk revitalisasi pariwisata domestik, reaktivasi perdagangan ekspor serta optimalisasi APBD sebagai stimulus ekonomi,” tambahnya.

Berita Terkait

Masyarakat Lebih Mudah Akses Informasi, Lombok Tengah Perkuat PPID
25 ASN Masuk 5 Besar, Sekda Loteng Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Harus Independen
Peringati Maulid Nabi, Bupati Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
Bambang Supratomo Diangkat Kembali Pimpin PDAM Lombok Tengah, Berikut Prestasinya!
Lalu Basarudin Janji Bawa Desa Kateng Jadi Lebih Maju
1.004 Anggota BPD di Lombok Tengah Resmi Dilantik, Bupati: Orang-orang Hebat Referensi Masyarakat
Kejari Lombok Tengah Bidik Pengamanan dan Korupsi Aset Daerah dan Desa
Pengadaan Logistik Pilkades Serentak 2026 Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:28 WIB

Masyarakat Lebih Mudah Akses Informasi, Lombok Tengah Perkuat PPID

Jumat, 11 September 2026 - 10:23 WIB

25 ASN Masuk 5 Besar, Sekda Loteng Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Harus Independen

Kamis, 10 September 2026 - 06:23 WIB

Peringati Maulid Nabi, Bupati Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Senin, 7 September 2026 - 05:14 WIB

Bambang Supratomo Diangkat Kembali Pimpin PDAM Lombok Tengah, Berikut Prestasinya!

Rabu, 2 September 2026 - 14:37 WIB

Lalu Basarudin Janji Bawa Desa Kateng Jadi Lebih Maju

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:32 WIB

1.004 Anggota BPD di Lombok Tengah Resmi Dilantik, Bupati: Orang-orang Hebat Referensi Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Kejari Lombok Tengah Bidik Pengamanan dan Korupsi Aset Daerah dan Desa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Pengadaan Logistik Pilkades Serentak 2026 Kini Dikelola Panitia Desa

BERITA TERBARU