“Antara Literasi Keuangan dan Kebutuhan yang tidak terbatas” sebuah solusi untuk Generasi Z

Rabu, 11 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Tulisan ini sebagai implementasi kegiatan yang telah dilakukan oleh Dosen Unizar Pendanaan DRTPM Kemdikbud Dikti 2023) oleh: Fathurrahman, S.E., M.Ak (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Al-Azhar)

 

Dosen FEB Unizar Berikan solusi Gen Z Soal Literasi Keuangan dan Kebutuhan yang tidak terbatas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hasil Sensus Penduduk 2022, jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 % dari total seluruh populasi penduduk di Indonesia.

 

Dalam perkembangannya generasi Z digadang-gadang mampu memberikan dampak positif bagi peradaban namun hal itu belum terealisasi karena berbagai faktor.

 

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Al-Azhar Fathurrahman SE MAk kepada Tribun Lombok pun menguraikan beberapa faktor tersebut.

 

“Faktor utama adalah kondisi ekonomi dimana masyarakat di seluruh dunia memiliki tanggung jawab atas kondisi keuangan mereka,” jelas Fathurahman.

 

Dikatakannya, tingkat kebutuhan hidup yang meningkat tetapi tidak sebanding dengan pertumbuhan penghasilan dapat menjadi potensi masalah keuangan di masa mendatang.

 

Selain itu, perubahan prilaku individu dengan perkembangan teknologi mendorong masyarakat lebih konsumtif.

 

Kehadiran penjualan online akan mendorong mereka untuk terus melakukan konsumsi secara berlebihan.

BACA JUGA :  Dua Organisasi Wartawan Loteng Sukses Kolaborasi Bangun Daerah

 

Fathurahman menjelaskan, literasi keuangan dasar diperlukan sebagai pengetahuan yang dianggap mampu berkontribusi bagi masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan keuangan masa depan dengan lebih baik.

 

Generasi merupakan sekelompok angkatan yang penting bagi sebuah negara, sekelompok angkatan ini memiliki kesamaan dalam golongan usia yang mengalami peristiwa penting dalam suatu periode waktu yang sama.

 

Generasi Z adalah generasi penerus setelah generasi milenial. Dengan perubahan pola hidup, perilaku dan peradaban tidak menutup kemungkinan akan tergerusnya generasi kearah yang negative apabila tidak secara cepat diberikan solusi akan dampak perilaku konsumtif.

 

“Desa Kekait merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Letak yang sangat strategis karena berada di tepi jalan raya yang menghubungkan antara Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Utara,” sebut Fathurahman.

 

Desa Kekait memiliki berbagai potensi sumber daya lokal, meliputi: keindahan alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, serta berbagai produk olahan yang menjadikannya sebagai destinasi wisata.

 

Destinasi wisata di Desa Kekait, antara lain: Bukit Tembere, Agrowisata Aren, dan Air Terjun Tibu Ijo.

BACA JUGA :  ITDC dan John Fawcett Foundation Gelar Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis untuk Warga Sekitar Kawasan The Nusa Dua

 

Masyarakat Desa Kekait terutama generasi muda yang merupakan generasi Z sangat berperan dalam pengembangan potensi desa.

 

Disisi lain perkembangan teknologi digital yang sangat cepat termasuk akses informasi dalam mengelola keuangan seperti belanja online merupakan suatu hal yang perlu disikapi dengan bijak oleh para generasi Z di Desa Kekait.

 

Berbicara tentang perilaku konsumtif yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah literasi ekonomi.

 

“Dimana literasi ekonomi sangat penting dalam mengambil tindakan konsumsi yang rasional dan membeli suatu barang sesuai skala prioritas. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Aviani & Hardianto, bahwa literasi ekonomi mempengaruhi perilaku konsumtif seseorang,” jelas Fathurahman.

 

Artinya, semakin tinggi tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang ekonomi maka semakin rendah pula tingkat perilaku konsumtifnya.

Sebaliknya jika pengetahuan tentang ekonomi menurun maka akan meningkatkan perilaku konsumtif.

 

Aktifitas atau perilaku ekonomi yang dilakukan manusia merupakan cerminan dari pengetahuan dan pemahaman berekonomi yang telah diperoleh melalui proses pembelajaran, khususnya pembelajaran ekonomi pada lembaga pendidikan formal.

 

“Dengan demikian, literasi ekonomi sangatlah penting dalam mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkas Fathurahman.

BACA JUGA :  River Clean Up Duta Lingkungan NTB x PLN UIP Nusra: “Clean River, Green Future: Bersatu untuk NTB Lestari”

 

Diketahui, tulisan ini sebagai implementasi kegiatan yang telah dilakukan oleh Fathurahman dan mendapatkan lendanaan DRTPM Kemdikbud Dikti 2023.

 

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi berisi pemberian materi penguatan tentang literasi keuangan digital oleh Fathurrahman (bidang keilmuan akuntansi). Selanjutnya dilakukan sesi diskusi.

 

Pada tahap ini peserta aktif dengan adanya beberapa pertanyaan yang dijawab oleh masing-masing dosen sesuai dengan kompetensi ilmunya.

 

Pertanyaan yang berkaitan dengan manajemen keuangan dan bank digital dijawab oleh Muhammad Habibullah Aminy (bidang keilmuan ekonomi keuangan).

 

Adapun pertanyaan mengenai pengembangan agribisnis dijawab oleh seorang dosen Agribisnis Baiq Santi Rengganis.

 

Tidak bisa dipungkiri bahwa transfer ilmu tentang pentingnya mengatur keuangan sangat bermanfaat bagi kaum millennial, mereka membutuhkan ilmu tat kelola keuangan dan bagaimana seharusnya berprilaku positif untuk mengatur kebutuhan.

 

Untuk itulah kegiatan ini dilakukan dengan cara pendampingan (social experience) bagi pemuda Desa Kekait.

 

Potensi desa yang begitu besar seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

Berita Terkait

Hari Bumi 2026, ITDC Utilitas Libatkan Pegawai dalam Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan
Kesehatan Mata, Pemprov NTB Gandeng Yayasan Australia Menyasar 5000 Penderita
ITDC Salurkan Hasil Lelang Amal MotoGP 2025 untuk Pencegahan Stunting di Desa Rembitan, Monitoring Awal Tunjukkan Indikasi Perbaikan Gizi
Bank NTB Syariah Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalimango Sumbawa
Sentuhan Kemanusiaan di Desa Kawo: Wabup HM Nursiah Pimpin Intervensi Terpadu untuk Anak Penderita Hidrosefalus
Perkuat Sinergi dengan Desa Penyangga, ITDC Salurkan Bantuan Bina Lingkungan kepada Tiga Desa Adat di Kelurahan Benoa
ITDC Berbagi Berkah Ramadan di Tiga Kawasan Destinasi, Salurkan Ribuan Bantuan untuk Masyarakat
TP-PKK Lombok Tengah Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Lansia di 12 Kecamatan
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 09:14 WIB

Hari Bumi 2026, ITDC Utilitas Libatkan Pegawai dalam Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan

Selasa, 21 April 2026 - 20:10 WIB

Kesehatan Mata, Pemprov NTB Gandeng Yayasan Australia Menyasar 5000 Penderita

Jumat, 17 April 2026 - 17:09 WIB

ITDC Salurkan Hasil Lelang Amal MotoGP 2025 untuk Pencegahan Stunting di Desa Rembitan, Monitoring Awal Tunjukkan Indikasi Perbaikan Gizi

Senin, 30 Maret 2026 - 13:15 WIB

Bank NTB Syariah Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalimango Sumbawa

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:57 WIB

Sentuhan Kemanusiaan di Desa Kawo: Wabup HM Nursiah Pimpin Intervensi Terpadu untuk Anak Penderita Hidrosefalus

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Sinergi dengan Desa Penyangga, ITDC Salurkan Bantuan Bina Lingkungan kepada Tiga Desa Adat di Kelurahan Benoa

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:12 WIB

ITDC Berbagi Berkah Ramadan di Tiga Kawasan Destinasi, Salurkan Ribuan Bantuan untuk Masyarakat

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:21 WIB

TP-PKK Lombok Tengah Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Lansia di 12 Kecamatan

BERITA TERBARU