Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa, Audy Lieke menuturkan, penjualan BEER terus mengalami peningkatan, yang mana selama periode 2020-2023 perusahaan ini membukukan rata-rata kenaikan penjualan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 51,52%.

Rabu, 19 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 90,09 miliar di sepanjang 2023. Angka itu meningkat 20,18% dari penjualan 2022 sebesar Rp 74,96 miliar.
Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa, Audy Lieke menuturkan, penjualan BEER terus mengalami peningkatan, yang mana selama periode 2020-2023 perusahaan ini membukukan rata-rata kenaikan penjualan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 51,52%.

Bersamaan dengan itu, BEER berhasil meraih kenaikan laba bersih setelah pajak sebesar 16,05%, dari Rp 14,05 miliar pada 2022 menjadi Rp 16,32 miliar pada 2023.Dia menambahkan, kenaikan penjualan BEER merupakan hasil dari lima pilar platform yang telah diterapkan perusahaan tersebut. Kelimaplatform ini merupakan keunggulan kompetitif dari BEER.

“Pertama, Jobubu Jarum Minahasa adalah produsen minuman beralkohol dengan kapasitas izin full spectrum terbesar,” ujar dia dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (19/6/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asal tahu saja, BEER memiliki izin untuk memproduksi alkohol lengkap Golongan A (0-5%), Golongan B (5.01-20%) dan Golongan C (20.01-55%). Izin produksi yang dimiliki oleh BEER ialah 90 juta liter per tahun, sedangkan BEER baru memproduksi 1 juta liter. Dengan demikian, BEER masih bisa bertumbuh 50 kali lipat lebih besar.Kedua, BEER memiliki Road-to-Market atau kanal distribusi yang mencapai hampir seluruh Indonesia, yaitu di 33 Provinsi, 38 Distributor dan melayani 20.000 outlet ritel.

BACA JUGA :  Perumda Tirta Ardhia Rinjani dan Angkasa Pura I Teken MoU Layanan Air Bersih Bandara Lombok

Ketiga, BEER memiliki lebih dari 200 Izin untuk bisa melakukan distribusi di 33 Provinsi. Keempat, BEER memiliki teknologi Alco Master. Ini merupakan teknologi inovatif untuk membuat produk-produk Jobubu Jarum Minahasa fresh dan smooth, sesuai cita rasa masyarakat Indonesia.

Hal itu terbukti dalam tiga bulan terakhir, BEER telah meluncurkan produk baru yaitu Daebak Soju Stroberi. Selain itu, dalam enam bulan ke depan, BEER juga akan melahirkan beberapa produk baru.

Kelima, BEER memiliki tim manajemen yang berpengalaman. Tim inti BEER merupakan manajemen yang telah berpengalaman dalam melakukan rapid company growth dan berpengalaman dalam industri yang relevan.Di samping itu, Audy menjelaskan bahwa potensi bisnis minuman alkohol di Indonesia masih sangat besar. Ini mengingat, produksi minuman alkohol di dalam negeri baru mencapai 5%.

“Potensi industri dapat dibandingkan Indonesia dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Di Thailand produksi minuman alkohol mencapai 95% dan impor 5% terhadap konsumsi, sehingga dikuasai produk lokal. Di sisi lain, kondisi Indonesia terbalik yaitu 5% domestik, dan 95% impor. Ini berbanding terbalik dengan Thailand,” pungkasnya. Jakarta, – PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 90,09 miliar di sepanjang 2023. Angka itu meningkat 20,18% dari penjualan 2022 sebesar Rp 74,96 miliar.
Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa, Audy Lieke menuturkan, penjualan BEER terus mengalami peningkatan, yang mana selama periode 2020-2023 perusahaan ini membukukan rata-rata kenaikan penjualan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 51,52%.

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah dan LPPI Gelar Manager-Supervisi Development Program

Bersamaan dengan itu, BEER berhasil meraih kenaikan laba bersih setelah pajak sebesar 16,05%, dari Rp 14,05 miliar pada 2022 menjadi Rp 16,32 miliar pada 2023.Dia menambahkan, kenaikan penjualan BEER merupakan hasil dari lima pilar platform yang telah diterapkan perusahaan tersebut. Kelimaplatform ini merupakan keunggulan kompetitif dari BEER.

“Pertama, Jobubu Jarum Minahasa adalah produsen minuman beralkohol dengan kapasitas izin full spectrum terbesar,” ujar dia dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Asal tahu saja, BEER memiliki izin untuk memproduksi alkohol lengkap Golongan A (0-5%), Golongan B (5.01-20%) dan Golongan C (20.01-55%). Izin produksi yang dimiliki oleh BEER ialah 90 juta liter per tahun, sedangkan BEER baru memproduksi 1 juta liter. Dengan demikian, BEER masih bisa bertumbuh 50 kali lipat lebih besar.Kedua, BEER memiliki Road-to-Market atau kanal distribusi yang mencapai hampir seluruh Indonesia, yaitu di 33 Provinsi, 38 Distributor dan melayani 20.000 outlet ritel.

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran Indonesia

Ketiga, BEER memiliki lebih dari 200 Izin untuk bisa melakukan distribusi di 33 Provinsi. Keempat, BEER memiliki teknologi Alco Master. Ini merupakan teknologi inovatif untuk membuat produk-produk Jobubu Jarum Minahasa fresh dan smooth, sesuai cita rasa masyarakat Indonesia.

Hal itu terbukti dalam tiga bulan terakhir, BEER telah meluncurkan produk baru yaitu Daebak Soju Stroberi. Selain itu, dalam enam bulan ke depan, BEER juga akan melahirkan beberapa produk baru.

Kelima, BEER memiliki tim manajemen yang berpengalaman. Tim inti BEER merupakan manajemen yang telah berpengalaman dalam melakukan rapid company growth dan berpengalaman dalam industri yang relevan.Di samping itu, Audy menjelaskan bahwa potensi bisnis minuman alkohol di Indonesia masih sangat besar. Ini mengingat, produksi minuman alkohol di dalam negeri baru mencapai 5%.

“Potensi industri dapat dibandingkan Indonesia dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Di Thailand produksi minuman alkohol mencapai 95% dan impor 5% terhadap konsumsi, sehingga dikuasai produk lokal. Di sisi lain, kondisi Indonesia terbalik yaitu 5% domestik, dan 95% impor. Ini berbanding terbalik dengan Thailand,” pungkasnya.

 

 

Repoter irwan santhosa

Berita Terkait

Bank NTB Syariah Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran Indonesia
Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook
4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah
Bank NTB Syariah, 34 Ojek Wisata Kini Layani Pembayaran Non Tunai
100 Pelaku IKM di Praya Kembangkan Keterampilan Penjualan Melalui Media Sosial
Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore
Bersama Alfamart, Pemkab Loteng Beri Pelatihan dan Kurasi Produk UMKM
Replikasi Sukses Pasar Dasan Agung, Bank NTB Syariah Hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan untuk Perkuat Ekosistem Digital
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:51 WIB

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:22 WIB

4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:05 WIB

Bank NTB Syariah, 34 Ojek Wisata Kini Layani Pembayaran Non Tunai

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:00 WIB

100 Pelaku IKM di Praya Kembangkan Keterampilan Penjualan Melalui Media Sosial

Senin, 4 Mei 2026 - 08:42 WIB

Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:37 WIB

Bersama Alfamart, Pemkab Loteng Beri Pelatihan dan Kurasi Produk UMKM

Kamis, 30 April 2026 - 14:24 WIB

Replikasi Sukses Pasar Dasan Agung, Bank NTB Syariah Hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan untuk Perkuat Ekosistem Digital

Selasa, 14 April 2026 - 06:53 WIB

Bupati Lombok Tengah Terima Penghargaan TOP Pembina BUMD Award 2026

BERITA TERBARU

Pemerintahan

Musdes Barejulat Tetapkan 5 Anggota Panitia Inti Pilkades 2026

Senin, 22 Jun 2026 - 12:54 WIB