NESIANEWS.COM – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur membuktikan kapasitasnya sebagai sekolah baru yang tangguh di dunia kepramukaan Nusa Tenggara Barat.
Meski berstatus sebagai sekolah baru, sekolah ini sukses memborong berbagai gelar juara dalam ajang BERAKSI VI (Berkompetisi secara Aktif, Kreatif, Sportif, dan Inovatif) yang digelar oleh Universitas Hamzanwadi.
Dalam kompetisi tingkat regional yang berlangsung pada 22 hingga 26 April 2026 tersebut, kontingen SRMA 38 bersaing ketat dengan ratusan anggota Pramuka golongan Penegak dan Penggalang dari berbagai kabupaten serta kota di wilayah NTB.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan posisi SRMA 38 dalam jajaran kekuatan elit kepramukaan di tingkat provinsi.
SRMA 38 Lombok Timur, yang berbasis di Sakra, mengirimkan putra-putri terbaiknya dari Ambalan Raden Mas Orpe dan Deneq Bini Nyanti (Gudep Lombok Timur 11.135-11.136).
Dalam persaingan ketat selama beberapa hari, para siswa SRMA 38 menunjukkan dominasi pada berbagai kategori lomba teknis dan kreativitas kepramukaan.
Keberhasilan ini menjadi sangat emosional mengingat SRMA 38 adalah institusi yang didirikan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan sistem asrama penuh.
Kepala Sekolah SRMA 38 Lombok Timur, Ahmad Apandi, mengungkapkan rasa banggannya atas pencapaian ini.
“Ini bukan sekadar kemenangan dalam lomba, melainkan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan dan pembentukan karakter di sekolah rakyat mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Siswa kami membuktikan bahwa semangat juang bisa mengalahkan keterbatasan materi,” ujarnya, (29/4/26).
Keunggulan SRMA 38, lanjut Ahmad Apandi, dalam ajang ini disebut-sebut berakar dari pola pendidikan asrama yang disiplin. Para siswa terbiasa dengan jadwal mandiri, kerjasama tim yang solid, serta latihan fisik dan mental yang terukur setiap harinya.
Hal ini terlihat saat mereka mengikuti lomba ketangkasan baris-berbaris (LKBB) dan teknik kepramukaan (Tekpram) yang membutuhkan fokus tinggi.
“Persiapan kami sangat singkat, namun karena para siswa sudah memiliki dasar disiplin yang kuat di asrama, mereka sangat cepat dalam menyerap materi lomba. Hasilnya, kekompakan mereka di lapangan sangat menonjol dibanding peserta lain,” jelas Ahmad Apandi.
Kemenangan di Universitas Hamzanwadi ini menjadi angin segar bagi program sekolah rakyat di Lombok Timur. SRMA 38 Lombok Timur memenangkan beberapa mata lomba antara lain Juara 1 Lomba P3K Putra, Juara 2 Hastakarya Putri dan Juara 2 Mapping Putri.
“restasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” harapnya.
Ajang BERAKSI VI Universitas Hamzanwadi sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengasah kemandirian, sportivitas, dan kreativitas generasi muda. Dengan hasil ini, SRMA 38 Lombok Timur kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu sekolah dengan pembinaan ekstrakurikuler Pramuka terbaik di wilayah tersebut. (Rls/red)
































