NESIANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah cepat guna meredam lonjakan harga cabai rawit yang kian mencekik konsumen menjelang bulan suci Ramadan. Sebanyak satu ton cabai didatangkan langsung dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menerima langsung kedatangan pasokan tersebut di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada Minggu (1/3/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk mengintervensi pasar akibat melambungnya harga komoditas pedas tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
H.M. Nursiah menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan akibat faktor cuaca dan kendala distribusi sempat memicu lonjakan harga yang ekstrem di tingkat pedagang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima pasokan cabai dari Enrekang sebanyak satu ton. Ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama Ramadan,” ujarnya di sela-sela peninjauan stok di BIZAM.
Ia menambahkan, harga cabai di pasaran sebelumnya sempat menyentuh angka Rp200.000 per kilogram. Dengan adanya tambahan stok ini, diharapkan distribusi ke pasar-pasar tradisional dan tingkat distributor di Lombok Tengah semakin lancar.
“Sehingga harga bisa kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” lanjut Nursiah.
Upaya stabilisasi ini turut melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui koordinasi distribusi antarwilayah. Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bappenas Nusa Tenggara Barat, Rinna Syawal, SP., MP., menyatakan pihaknya sengaja memilih Enrekang sebagai sumber pasokan karena ketersediaan stok dan harga yang lebih kompetitif.
“Kita ketahui saat ini harga cabai rawit merah sangat tinggi. Karena itu, kita datangkan cabai dari Enrekang dengan harga yang cukup terjangkau, yakni berkisar Rp68.000 hingga Rp73.000 per kilogram,” jelas Rinna.
Selisih harga yang cukup signifikan ini diharapkan mampu memberikan tekanan pada harga pasar agar segera melandai. Rinna menegaskan bahwa fasilitasi distribusi pangan ini krusial dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama saat permintaan meningkat tajam di bulan suci.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berkomitmen akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok secara rutin. Koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha akan diperketat guna mengantisipasi potensi lonjakan harga komoditas lain selama Ramadan. (Red)
































