NESIANEWS.COM – Terima kunjungan Jurnalis Independen Lombok Tengah (JILT) pada Selasa 11 November 2025 di Ruang Kerjanya, Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, Sos., M.Si., ingatkan jurnalis untuk jalankan profesi ibarat pikulan.
Membawa barang dengan pikulan, kata Wakil Bupati, harus dengan berat yang sama antara barang yang ditaruh di depan dan di belakang. Kalau tidak sama berat dan isinya beda maka barang tersebut tidak akan bisa dipikul.
“Menulis berita, ibarat “belembah (sasak-red)” atau pikulan. Kalau beda isi barang antara depan dan belakang maka akan terjungkal,” jelas Wakil Bupati.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu lanjut Wakil Bupati, bahasa akrabnya dalam dunia jurnalistik adalah Cover Both Sides yang diyakininya sudah dipahami oleh semua jurnalis, namun bisa jadi terkadang lupa untuk dilakukan.
Kalau tidak salah ingat, lanjut Wakil Bupati, ada salah satu kode etik jurnalis yang juga penting untuk selalu diingat dan dijalankan oleh semua jurnalis. Ketika seorang jurnalis akan memulai melakukan tugasnya diawali dengan niat yang baik, maka hasil karya jurnalistiknya akan mencerninkan niat tersebut.
Kaitannya dengan pembangunan dan organisasi profesi jurnalis, cara pandang wakil bupati seperti adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid. Bila waktunya sholat tiba, maka semua muadzin akan mengumandangkan adzan secara serentak.
“Semakin banyak masjid, semakin banyak tempat adzan berkumandang melalui speaker-nya. Sehingga panggilan Allah SWT untuk mendirikan sholat, makin mudah terdengar oleh masyarakat. Jadi walau nadanya beda-beda terdengar, yang dikumandangkan adalah adzan. Seperti itulah kira-kira wartawan dan medianya,” jelas Wakil Bupati.
Terkait dengan pembentukan JILT, Wakil Bupati tertarik dengan kata Independen yang terdapat dalam organisasi tersebut. Apalagi dengan tag line “Tegakkan Martabat, Junjung Kode Etik” yang diharapkan menjadi bagian dari visi-misi dari organisasi.
“Jadi sekali lagi, saya mendukung penuh. Cerdas membentuk organisasi ini dengan kata Independen di dalamnya. Netralitas dalam segala hal, harus tetap dijaga. Selamat atas terbentuknya JILT. Silahkan susun program yang baik untuk turut bangun daerah,” pungkas Ketua DPD II Golkar Lombok Tengah ini.
Sementara itu, Ketua JILT Sading Alkatari, memaparkan latar belakang, visi dan misi atas terbentuknya Jurnalis Independen Lombok Tengah dengan tagline “Tegakkan Martabat, Junjung Kode Etik” sebagai komitmen dalam menjaga integritas dan profesionalisme jurnalistik.
“Semua anggota yang masuk dalam organisasi JILT adalah wartawan yang sudah lama melaksanakan tugas sebagai wartawan, khususnya di Loteng, semua anggotanya sebagian besar sudah Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang belum kita dorong untuk UKW dan harus masuk organisasi PWI, salah satu Organisasi kewartawanan di tingkat Nasional,” tegas pria yang sudah lama menggeluti dunia jurnalistik itu. (REL/RED)
































