Kunjungi Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School di NTB, Menteri Abdul Mu’ti Beri Pesan Ini

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Menteri kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dalam lawatan pertamanya, Menteri Abdul Mu’ti berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lentera Hati Islamic Boarding School. Kunjungan itu juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

Di sana, digelar kegiatan Sholawat Akbar yang dirangkaikan dengan Penganugerahan YAI Kegiatan penuh makna ini berlangsung khidmat di kompleks Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut mendampingi Menteri Abdul Mu’ti dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Rektor II Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., dan sejumlah tokoh lain.

BACA JUGA :  Refleksi Hardiknas 2026: Tastura Mengajar Akses Pendidikan Masih Jadi Persoalan Pendidikan di Lombok Tengah

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan rasa bangga dan kagumnya terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di Ponpes Lentera Hati. Ia menyebut Ponpes ini sebagai contoh nyata lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan anti kekerasan.

“Saya sangat berbangga bisa hadir langsung di Lentera Hati, di mana seluruh jenjang pendidikannya menerapkan sistem pendidikan inklusif  sekolah tanpa kekerasan dan bullying,” tutur Menteri.

Menurutnya, cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 akan semakin nyata bila seluruh lembaga pendidikan, baik pesantren maupun sekolah umum, mengadopsi sistem seperti yang dijalankan Ponpes Lentera Hati.

“Kami yakin generasi emas yang kita cita-citakan di tahun 2045 akan terwujud bila sistem pendidikan inklusif seperti ini dapat kita terapkan, ” tegasnya.

BACA JUGA :  PD KMHDI Berdialog, Dorong Pendidikan Yang Berkualitas

Lebih lanjut, Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses memuliakan manusia, baik murid, guru, maupun ilmu itu sendiri. Ia menekankan bahwa manusia memiliki empat fitrah yang harus dikembangkan seimbang: fitrah agama, fisik, akal, dan hati.

“Substansi pendidikan adalah bagaimana kita menempatkan manusia pada tempat yang mulia dan istimewa. Lentera Hati sudah menunjukkan hal itu, ” jelasnya.

Sebagai penutup, Menteri berharap Ponpes Lentera Hati dapat menjadi pelopor pendidikan inklusif di NTB dan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.

“Kami berharap Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School bisa menjadi pelopor pendidikan inklusif di NTB, ” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Mudirul Aam Ponpes Lentera Hati, Prof. Muazar Habibi atau yang akrab disapa Abah Muazar, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam perayaan tersebut.

BACA JUGA :  Elpiji 3 Kg Langka ? Miq Iqbal Pastikan Pertamina Ambil Langkah Cepat

“Kami atas nama keluarga besar Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School merasa bangga dan bahagia, Pak Yai Menteri berkesempatan hadir pada acara ini,” ujarnya dengan penuh rasa haru.

Abah Muazar menegaskan bahwa kehadiran Menteri bukan sekadar simbolis, tetapi membawa makna historis bagi kemajuan pendidikan di NTB, khususnya di Ponpes Lentera Hati yang dikenal menerapkan sistem pendidikan inklusif di seluruh jenjangnya.

“Ponpes Lentera Hati adalah satu-satunya pesantren di NTB yang menerapkan sistem pendidikan inklusif di semua tingkatan. Hingga saat ini, kami telah menampung lebih dari 1.300 peserta didik dari berbagai daerah di NTB,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran Menteri dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih terhadap pengembangan sistem pendidikan inklusif yang diterapkan di pesantrennya. (Ad)

Berita Terkait

Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560
Cegah Generasi Muda Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal, Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya
Peduli Kondisi Pesantren di Tengah Polemik, Kasta NTB Beri Dukungan Moral untuk Santri
88 SMP Negeri di Lombok Tengah Ikuti Bimtek PPID
Bupati Pathul Bahri Buka MTQH XXXII Praya Timur, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi
Pemkab Lombok Tengah Lepas 955 Mahasiswa KKP UIN Mataram
Kembali Torehkan Prestasi, Lombok Tengah Juara Umum 1 MTQ XXXI NTB 2026
MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah Layak Jadi Rujukan Penyelenggaraan Event Keagamaan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:37 WIB

Poltekpar Lombok Kebanjiran Pendaftar, Kuota Mahasiswa Baru Naik dari 360 Menjadi 560

Senin, 27 Juli 2026 - 16:22 WIB

Cegah Generasi Muda Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal, Diskominfo Loteng Edukasi Siswa SMAN 1 Praya Barat Daya

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:38 WIB

Peduli Kondisi Pesantren di Tengah Polemik, Kasta NTB Beri Dukungan Moral untuk Santri

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:55 WIB

88 SMP Negeri di Lombok Tengah Ikuti Bimtek PPID

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Bupati Pathul Bahri Buka MTQH XXXII Praya Timur, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pemkab Lombok Tengah Lepas 955 Mahasiswa KKP UIN Mataram

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:58 WIB

Kembali Torehkan Prestasi, Lombok Tengah Juara Umum 1 MTQ XXXI NTB 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 22:51 WIB

MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah Layak Jadi Rujukan Penyelenggaraan Event Keagamaan

BERITA TERBARU