Media Sosial dalam Pemilu 2024: Antara Pendorong Demokrasi dan Ancaman Terhadap Proses Pemilihan

Jumat, 16 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Tahun 2024 menjadi tahun yang dipenuhi dengan antusiasme dan ketegangan politik di berbagai penjuru dunia, di mana 64 negara, termasuk Indonesia, akan menggelar pemilihan umum nasional.

Di tengah dinamika politik ini, peran media sosial semakin terasa signifikan, membawa tantangan serta peluang bagi demokrasi dan proses pemilihan itu sendiri.

Pada satu sisi, penggunaan media sosial telah menjadi pendorong penting dalam memperluas akses informasi politik, meningkatkan partisipasi politik, dan memperluas jangkauan pesan politik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang disampaikan oleh reportal pada tahun 2023 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di Indonesia telah melonjak pesat, dengan lebih dari 79,5% dari total populasi di atas usia 18 tahun aktif menggunakan platform-platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok.

BACA JUGA :  Tokoh LSM Lombok Tengah : LPB Politisi Fenomenal & Aspiratif

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga merayap ke negara-negara lain di seluruh dunia.

Pada pemilu 2024, media sosial memainkan peran kunci dalam menyebarkan informasi politik dengan cepat dan luas, serta menjadi sarana utama bagi kampanye politik.

Interaksi antara kandidat dan pemilih semakin intens melalui platform-platform ini, dan partisipasi politik khususnya di kalangan generasi muda semakin meningkat berkat keberadaan media sosial.

Namun, di balik potensi positifnya, media sosial juga membawa tantangan serius bagi proses demokrasi.

Penyebaran informasi palsu, polarisasi opini, dan manipulasi menjadi ancaman yang perlu dihadapi.

BACA JUGA :  ALARM NTB Sebut Issue Hutang Pemprov Terlalu Politis

Kampanye hitam dan serangan pribadi terhadap kandidat dapat dengan mudah menyebar melalui platform-platform tersebut, mengganggu integritas pemilihan dan merusak citra kandidat.

Algoritma platform juga cenderung memperkuat polarisasi dengan mengekspos pengguna pada pandangan serupa, memperburuk ketegangan politik.

Selain itu, kurangnya literasi digital dan pemahaman etika dalam bermedia sosial dapat memperburuk situasi ini.

Pengguna sering kali tidak mampu membedakan informasi yang valid dengan hoaks atau konten yang bersifat emosional daripada informatif.

Hal ini dapat mempengaruhi pemahaman dan pandangan mereka terhadap pemilu dan calon yang bersangkutan.

Dalam menghadapi kompleksitas ini, dibutuhkan upaya bersama dari semua pihak.

Penguatan literasi digital dan pemahaman etika dalam bermedia sosial perlu ditingkatkan, baik oleh pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA :  Diskominfo Loteng Paparkan Prototype Platform E-government Terpadu

Lebih dari itu, perlu adanya pengawasan yang ketat terhadap penyebaran informasi di media sosial, serta transparansi dari platform-platform tersebut dalam menangani konten politik.

Tahun 2024 bukan hanya menjadi ujian bagi demokrasi, tetapi juga menjadi momentum bagi kita semua untuk merenung dan bertindak secara bijak dalam menghadapi dinamika politik yang diwarnai oleh media sosial.

Dengan langkah-langkah yang tepat, media sosial dapat menjadi alat yang kuat untuk memperkuat demokrasi, bukan sekadar ancaman bagi proses pemilihan.

 

I Gede Yuda Pratama

Ketua Biro Data dan Informasi PD KMHDI NTB

Berita Terkait

Amrul Jihadi Didukung Jadi Ketua Demokrat NTB
Pelantikan Ade Kuswara Kunang Sebagai Bupati Bekasi Termuda dalam Sejarah
Sinta Agathia Ajak Warga NTB Doakan Kepemimpinan Iqbal-Dinda Berjalan Lancar
Iqbal-Dinda Dilantik, Wujudkan NTB Makmur Mendunia
Presiden Lantik Pathul-Nursiah dan 959 Kepala Daerah Lainnya di Istana Presiden
Persiapan Pelantikan Kepala Daerah, Iqbal-Dinda Latihan Baris-berbaris
Gelar Rapimnas, Prabowo Berikan KTA Khusus Kepada LMI
Gede Wenten: Iqbal – Dinda Harus Merangkul Semua Masyarakat NTB
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:29 WIB

Amrul Jihadi Didukung Jadi Ketua Demokrat NTB

Senin, 24 Februari 2025 - 05:29 WIB

Pelantikan Ade Kuswara Kunang Sebagai Bupati Bekasi Termuda dalam Sejarah

Jumat, 21 Februari 2025 - 05:24 WIB

Sinta Agathia Ajak Warga NTB Doakan Kepemimpinan Iqbal-Dinda Berjalan Lancar

Kamis, 20 Februari 2025 - 13:00 WIB

Iqbal-Dinda Dilantik, Wujudkan NTB Makmur Mendunia

Kamis, 20 Februari 2025 - 05:47 WIB

Presiden Lantik Pathul-Nursiah dan 959 Kepala Daerah Lainnya di Istana Presiden

Selasa, 18 Februari 2025 - 19:20 WIB

Persiapan Pelantikan Kepala Daerah, Iqbal-Dinda Latihan Baris-berbaris

Jumat, 14 Februari 2025 - 14:06 WIB

Gelar Rapimnas, Prabowo Berikan KTA Khusus Kepada LMI

Rabu, 29 Januari 2025 - 01:21 WIB

Gede Wenten: Iqbal – Dinda Harus Merangkul Semua Masyarakat NTB

BERITA TERBARU