Bekerjasama Dengan Komunitas Lokal, KKN Unram Sukseskan Gelaran Pertunjukan Wayang Botol

Rabu, 31 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mataram (UNRAM) bekerjasama dengan organisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Forum Anak Desa (FAD) Jelantik, Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI), serta KKP UIN Mataram, telah menyelenggarakan acara seni inovatif berupa pagelaran wayang di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah dengan tema “Pernikahan Dini dan Pemberdayaan Perempuan” sejumlah lembaga dan organisasi seperti, Power to Youth, Karang Taruna Jelantik, Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, dan Pemerintah Desa Jelantik juga berperan penting dalam suksesnya pelaksanan kegiatan ini.

Pagelaran wayang yang dikenal sebagai “Wayang Botol” menjadi fokus utama acara ini. Wayang Botol merupakan karya seni yang dibuat dari sampah botol plastik, sebagai langkah nyata dalam mengurangi permasalahan sampah di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Indonesia Borong Juara 1, 2 dan 3 ARRC 2024 Kelas AP250cc di Sirkuit Mandalika

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sebagai tim KKN UNRAM merasa sangat bersyukur dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, komunitas lokal dan rekan-rekan yang lain kami berusaha menghidupkan kembali pagelaran wayang dengan menggunakan bahan botol plastik sebagai simbol perjuangan mengatasi masalah sampah. Tema pagelaran yang mengangkat isu pernikahan dini sebagai bentuk peringatan akan pentingnya masa anak-anak yang bahagia dan terlindungi, kami harapkan dapat memberikan inspirasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat desa,” ujar Tina, salah satu anggota kelompok KKN UNRAM.

Kegiatan pagelaran Wayang Botol yang berlangsung di Gor Babaretow Desa Jelantik, dimulai dari pukul 19.00 WITA hingga selesai, berhasil menarik antusiasme warga setempat. Sekitar 200 orang dari berbagai kalangan usia hadir untuk menyaksikan pagelaran tersebut. Selain terkesan dengan keindahan wayang yang terbuat dari bahan daur ulang, para penonton juga mendapatkan pesan moral tentang pentingnya menjaga masa depan anak-anak.

BACA JUGA :  Advokat Expo 2023 Rangkai HUT ke 15 KAI

“Ini bukan hanya tentang pagelaran wayang botol, tapi juga tentang bagaimana kami dan komunitas lainnya bisa berkontribusi positif bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitar,” ungkap Rizal selaku ketua kelompok KKN UNRAM.

Dengan terselenggaranya acara tersebut Mariadi selaku Kepala Desa Jelantik menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat “Dengan diselenggarakannya pementasan wayang botol ini saya harap dapat memberikan edukasi khususnya anak-anak desa Jelantik tentang pernikahan dini. Saya juga sangat berterima kasih kepada forum anak desa (FAD) dan PATBM serta rekan- rekan KKN UNRAM dan KKP UIN yang telah ikut berkontribusi terhadap terselenggaranya acaranya ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Rivan A. Purwantono: Sinergi dan Transformasi Kunci Pelayanan Angkutan Penyeberangan yang Berkeselamatan

Pementasan “Wayang Botol” ini menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas seni dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan sosial, seperti pengelolaan sampah plastik, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi semua pihak untuk melakukan upaya-upaya serupa di masa mendatang.

Penulis :  Baiq Nazzura Desfi Nova (Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Mataram)

Berita Terkait

Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi
ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan
Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah
Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan
Ajang Seni Baleganjur, Gubernur Iqbal: NTB Pemenang Toleransi
Pemdes Mantang Gelar Event Peresean Se-Pulau Lombok
Festival Budaya dan Kuliner Pringgarata 2025 Sukses Digelar, Ketua Panitia: Dari Akar Rumput untuk Masyarakat
HUT Ke-80 RI, Pringgarata Gelar Festival Budaya dan Kuliner Sasak
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:38 WIB

Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:07 WIB

ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:05 WIB

Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah

Minggu, 26 Oktober 2025 - 01:05 WIB

Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan

Senin, 13 Oktober 2025 - 04:56 WIB

Ajang Seni Baleganjur, Gubernur Iqbal: NTB Pemenang Toleransi

Kamis, 4 September 2025 - 08:20 WIB

Pemdes Mantang Gelar Event Peresean Se-Pulau Lombok

Minggu, 24 Agustus 2025 - 06:04 WIB

Festival Budaya dan Kuliner Pringgarata 2025 Sukses Digelar, Ketua Panitia: Dari Akar Rumput untuk Masyarakat

Senin, 18 Agustus 2025 - 21:53 WIB

HUT Ke-80 RI, Pringgarata Gelar Festival Budaya dan Kuliner Sasak

BERITA TERBARU

Sport

Gratis! The Mandalika Gelar Nobar FIFA World Cup 2026

Senin, 15 Jun 2026 - 09:14 WIB