NESIANEWS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, akan menggelar event Peresean antar pepadu se-Pulau Lombok. Ajang budaya khas masyarakat Sasak tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 15 September 2025 di Lapangan Otak Desa Mantang.
Kepala Desa Mantang, Muhammad Ali Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan bagian dari komitmen desa dalam melestarikan seni dan budaya warisan leluhur.
“Event ini kami kemas untuk tetap menjaga tradisi adat Sasak sekaligus menjadikan ajang silaturahmi antar masyarakat. Selain itu, kami ingin Desa Mantang menjadi salah satu pusat kegiatan budaya di Pulau Lombok,” ujarnya, (4/9/25).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresean sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sasak, berupa adu ketangkasan antar pepadu menggunakan rotan (penjalin) dan perisai kulit sapi (ende). Tradisi ini sarat dengan nilai sportivitas, keberanian, sekaligus doa untuk mendatangkan hujan di masa lampau.
Ketua Panitia, Lalu Daud Supri, menambahkan bahwa kegiatan ini dipersiapkan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, Peresean tidak hanya menjaga identitas budaya lokal, tetapi juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata serta perekonomian masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata upaya menjaga dan melestarikan tradisi adat Sasak. Kami berharap melalui Peresean, masyarakat semakin bangga dengan budaya sendiri, sekaligus mempererat persaudaraan antar warga Lombok. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Mantang dan masyarakat se-Pulau Lombok pada umumnya, untuk hadir, menyaksikan, dan memeriahkan event ini,” jelasnya.
Event Peresean se-Pulau Lombok ini diperkirakan akan menghadirkan puluhan pepadu dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat pun sudah terlihat sejak pengumuman resmi kegiatan. Panitia berharap gelaran budaya ini akan menjadi salah satu event tahunan yang akan digelar di desa mantang nantinya.
Dengan digelarnya event ini, Pemdes Mantang berharap masyarakat tidak hanya menikmati hiburan tradisional, tetapi juga semakin mengenal nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Peresean: sportivitas, keberanian, persaudaraan, dan kebanggaan terhadap budaya lokal. (Lalu Enno)

































