Sejumlah Kesepakatan Berhasil Dirumuskan Pada Dialog Kebangsaan Tokoh Lintas Agama Loteng

Rabu, 22 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Sejumlah kesepakatan berhasil dirumuskan pada dialog kebangsaan bertema “Merawat Toleransi dan Kerukunan Dalam Keberagaman” yang bertempat di Aula Gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lombok Tengah (Loteng), Selasa, 21 Mei 2024.

Dalam dialog kebangsaan tersebut dihadiri oleh para pemuda dan tokoh lintas agama yang ada di Lombok Tengah.

Selain meneguhkan komitmen untuk terus merawat nilai-nilai toleransi, kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, para tokoh lintas agama tersebut bersepakat mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah membangun area tempat ibadah terpadu untuk semua agama yang ada di daerah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan tempat ibadah untuk semua agama yang terkonsentrasi di satu lokasi tersebut, selain perwujudan toleransi antara umat beragama, sekaligus juga bisa menjadi destinasi pariwisata religi di daerah ini.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Loteng Drs. H. Lalu Wirakarman, M.M., kepada wartawan mengatakan, akan banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan keberadaan kawasan rumah ibadah bagi semua agama. Terutama dari aspek toleransi beragamanya, akan kian menegaskan Loteng sebagai daerah yang mampu menjaga toleransi.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Sosialisasi Transformasi Perlindungan Dasar Komunitas Motor

Pun demikian untuk bisa mewujudkan harapan para tokoh lintas agama tersebut, tentu butuh proses dan kajian mendalam. Karena akan melibatkan banyak pihak serta lintas agama.

Namun pada prinsipnya, pihaknya bersama para tokoh lintas agama Loteng mendukung penuh Pemkab Loteng untuk bisa mewujudkan harapan tersebut.

“Soal lokasi, ada beberapa opsi yang bisa dipilih. Salah satunya lahan pemerintah di kawasan Bendungan Batujai, jadi Pemkab Loteng tinggal berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Tetapi secara umum, kita serahkan keputusan ke Pemkab Loteng. Mungkin Pemkab Loteng perlu melakukan kajian atau studi kelayakan sebelumnya,” imbuhnya.

Sebagai daerah tujuan pariwisata, tempat ibadah bagi semua agama penting ada di Loteng. Karena orang dengan latar belakang agama yang berbeda-beda datang ke daerah ini. Dan, salah satu destinasi yang dicari, tentu rumah ibadah.

BACA JUGA :  Sosialisasi Ke Sekolah, Penerimaan Calon Anggota Polri 2024 Segera Dibuka

Jadi dengan menyediakan kawasan terpadu tempat ibadah semua agama tersebut, pada prinsipnya itu juga membantu pengembangan pariwisata di daerah ini.

Sebelumnya saat membuka kegiatan yang digelar Pimpinan Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi Praya-Selong dengan FKUB Loteng tersebut, Bupati Loteng H.Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP., menegaskan komitmen Pemkab Loteng untuk terus menjaga toleransi dan keberadaan di daerah ini. Dalam rangka menjaga kedamaian bagi umat beragama di daerah ini.

Terlebih, sebagai daerah pariwisata toleransi antar umat beragama merupakan satu keharusan untuk dijaga. Karena dengan cara itulah, daerah ini akan bisa maju dan berkembang.

“Tanpa toleransi, Loteng tidak akan bisa maju. Maka semangat toleransi harus terus dikobarkan. Itu semua demi kemaslatahan bersama,” tegas Pathul.

Secara khusus Pathul memberikan apresiasi atas terselenggaranya temu dialog kebangsaan tersebut. Sebagai wadah tukar pikiran sekaligus menyamakan persepsi antara para tokoh lintas agama untuk bisa terus memelihara kebersamaan dalam keragaaman beragama dan berharap bisa diselenggarakan secara berkala.

BACA JUGA :  Alfamart Perluas Jangkauan ke 39 Kota pada 2026 untuk Program Satu Telur Sehari

“Dialog semacam ini juga bisa menjadi wadah untuk mencari solusi atas persoalan keagamana yang terjadi ditengah masyarakat,” imbuh Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.

Hal senada juga disampaikan Administrastor Dekenat NTB/ Koordinator Pelayanan Pastoral Gereja Katolik NTB Romo Sifronius Iron Risdianto, SVD.

Menurutnya, tantangan dalam menjaga toleransi di tengah masyarakat kian berat. Maka dibutuhkan kesepahaman bersama antar umat beragama, bahwa menjaga toleransi dan kebersamaan merupakan kewajiban bersama demi terpeliharaanya kerukunan antara umat beragama.

“Penting untuk terus membangun toleransi, bahwa kita semua ada sahabat. Meski berbeda agama, karena pada dasarnya perbedaan adalah baik sebagai sebuah anugerah dari Tuhan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perkuat 1.000 HPK, Kolaborasi Alfamart dan Kalbe Menyasar 28 Titik Posyandu
Melalui Program TJSL, ITDC Dukung Kebutuhan Pendidikan 17 Anak Yatim Piatu Desa Pengulon
Kasta NTB DPD Loteng Tebar Kabaikan Melalui Bakti Sosial
1.000 Masker untuk Warga Adat Sade Pascakebakaran
ITDC, Berkoordinasi dengan 32 BUMN dan Investor Mandalika Bergerak untuk Sade Pascakebakaran
Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak di NTT
Berbagi Kebahagiaan, RGROG Santuni 150 Anak Yatim di Lombok Tengah
Peringati 10 Muharram, Remaja Masjid Iktisabul Ulum Santuni Anak Yatim Piatu
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:46 WIB

Perkuat 1.000 HPK, Kolaborasi Alfamart dan Kalbe Menyasar 28 Titik Posyandu

Senin, 21 September 2026 - 16:27 WIB

Melalui Program TJSL, ITDC Dukung Kebutuhan Pendidikan 17 Anak Yatim Piatu Desa Pengulon

Kamis, 10 September 2026 - 09:52 WIB

Kasta NTB DPD Loteng Tebar Kabaikan Melalui Bakti Sosial

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:31 WIB

1.000 Masker untuk Warga Adat Sade Pascakebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:19 WIB

ITDC, Berkoordinasi dengan 32 BUMN dan Investor Mandalika Bergerak untuk Sade Pascakebakaran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak di NTT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:50 WIB

Berbagi Kebahagiaan, RGROG Santuni 150 Anak Yatim di Lombok Tengah

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:49 WIB

Peringati 10 Muharram, Remaja Masjid Iktisabul Ulum Santuni Anak Yatim Piatu

BERITA TERBARU