Sambut MotoGP Mandalika 2026, Ritual Betabeq Digelar di Sirkuit Mandalika

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Diawali dengan “nembang” oleh sejumlah tokoh adat tradisional Sasak, yang dilanjutkan dengan doa oleh sejumlah tokoh agama, ritual “Betabeq” digelar untuk menyambut Pertamina Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Ritual Betabeq digelar di Sirkuit Mandalika, Selasa (16/9/2026), dan dihadiri oleh puluhan organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, lembaga swadaya, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga puluhan tokoh agama yang berasal dari berbagai desa di Lombok Tengah.

Kepala desa (kades) serta jajaran pemerintahan yang berada di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika juga turut hadir dalam acara ritual yang mulai digaungkan Pemprov NTB sejak pertama kali digelarnya ajang Pocari Run di NTB setahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Betabeq sendiri merupakan ritual yang sejak dahulu kala telah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh masyarakat Sasak saat akan melaksanakan suatu kegiatan atau hajatan di Gumi Sasak. Betabeq biasanya digelar di lokasi hajatan dilaksanakan.

“Kegiatan seperti ini telah sejak lama dilaksanakan. Sejak 12-an tahun silam, dilaksanakan di pinggir pantai jelang Bau Nyale, yang waktu itu dipandu Mamiq Bayan (almarhum, tokoh adat Sasak-red). Sekarang, dijalankan oleh penerus dan tidak akan pernah putus,” ungkap Bupati Lombok Tengah, H.L. Pathul Bahri, dalam sambutannya pada acara tersebut.

Ritual ini berdampak positif bagi masyarakat dan daerah, apalagi kawasan wisata yang mengharuskan masyarakatnya untuk selalu menunjukkan jati diri yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, sosial, serta agama.

Sesuai keyakinan, makhluk Tuhan yang tak tampak seperti jin, serta ilmu-ilmu gaib seperti sihir, sebagaimana yang telah disampaikan para nabi, bahwa semua itu nyata adanya.

“Maka apresiasi buat ITDC bersama MGPA dan jajaran yang telah melaksanakan kegiatan ini, untuk betabek (permisi) pada masyarakat Sasak secara nyata, sekaligus permisi pada makhluk gaib agar segala hajat bisa terlaksana dengan baik dan sesuai yang diinginkan demi kemaslahatan bersama,” ucap Bupati.

BACA JUGA :  MPW Pemuda Pancasila NTB Angkat Diskusi Tentang Kepemimpinan Bung Karno Dimata Kaum Muda

Secara umum, Bupati meyakini bahwa segala kegiatan yang dilaksanakan di KEK Mandalika, termasuk ajang Pertamina Mandalika Grand Prix of Indonesia 2026 yang lebih akrab disebut MotoGP 2026, semakin hari akan berdampak positif secara luas bagi masyarakat Lombok Tengah dan NTB di segala bidang.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H.L. Muhammad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan, seperti yang telah disampaikan Bupati, Betabeq merupakan kearifan lokal yang dihidupkan kembali sebagai salah satu tradisi yang sebelumnya selalu dilaksanakan oleh masyarakat.

Sehingga, apa pun acara yang akan digelar di NTB dan Lombok pada khususnya, dimulai dengan ritual “Betabeq”. Keharusan pelaksanaan Betabeq dalam setiap event diawali pada tahun 2025 saat Pocari Run untuk pertama kali digelar di NTB.

“Apa inti Betabeq ini? Betabeq ini sebenarnya kita mengharapkan orang yang memberikan penghormatan kepada ‘pemilik bumi’ atau pemilik wilayah untuk meminta izin, meminta rida. Karena izin dan rida yang diberikan pemilik bumi akan mempermudah jalannya pelaksanaan kegiatan di wilayah atau bumi di mana kegiatan dilaksanakan,” jelas Gubernur.

Mengutip Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 86, Gubernur menyampaikan:

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu.”

Dan apabila kamu dihormati oleh siapa saja dengan suatu salam penghormatan, baik dalam bentuk perbuatan atau perlakuan, maka balaslah dengan segera penghormatan itu dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu yang sepadan dengan penghormatan yang diberikan-Nya.

BACA JUGA :  Media Sosial dalam Pemilu 2024: Antara Pendorong Demokrasi dan Ancaman Terhadap Proses Pemilihan

Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu menyangkut cara dan kualitas penghormatan balasan yang telah diberikan. Jika kita perhatikan, ayat “salam” penghormatan ini terletak di tengah-tengah ayat perang.

Ini bisa bermaksud menunjukkan prinsip Islam yang asasi, yaitu “salam” yang bermakna keselamatan dan kedamaian. Ia melaksanakan perang hanya untuk menetapkan kedamaian dan keselamatan di muka bumi dengan makna yang luas dan menyeluruh.

“Ini adalah karakter kita masyarakat NTB. Bila mendapatkan penghormatan dari orang lain, maka kita akan memberikan penghormatan yang lebih. Saat ini ITDC, MGPA, Kawasan Mandalika, telah datang kepada kita dengan rasa hormat ‘betabeq’ kepada kita. Maka tugas kita sekarang adalah melaksanakan kewajiban kita untuk memberikan penghormatan yang lebih kepada mereka,” ungkap Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB ini.

Bentuk penghormatan balik yang diberikan itu, jelas Miq Iqbal, dalam kaitannya dengan event MotoGP ini adalah dengan turut menyukseskan kegiatan dengan cara yang bisa dilakukan oleh masing-masing, oleh kelompok dan elemen masyarakat sesuai dengan bidang dan profesinya masing-masing, agar acara bisa berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Dalam kesempatan tersebut, Miq Iqbal menegaskan, walau segala kegiatan di KEK Mandalika tersebut didukung habis-habisan oleh Pemerintah Pusat dan juga Pertamina, sesungguhnya kawasan tersebut milik masyarakat NTB.

Untuk itu, pihaknya dalam beberapa kesempatan selalu menekankan agar jangan sampai masyarakat setempat dan sekitarnya menjadi tamu di rumahnya sendiri. Acara “betabeq” merupakan salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut. Di samping cara-cara lain yang juga telah dilakukan oleh pengelola, yakni dengan memprioritaskan para karyawan yang mayoritas berasal dari masyarakat NTB.

“Maka ke depan, marshal, volunteer seluruhnya 100 persen berasal dari masyarakat NTB sendiri, khususnya masyarakat yang berada di kawasan Mandalika,” tandas Miq Iqbal.

BACA JUGA :  Panglima TNI Hadiri Pembukaan Langkawi International Maritim And Aerospace 2023 di Malaysia

Begitu juga UMKM yang dulunya banyak berasal dari luar daerah, namun kini semuanya dibuka seluas-luasnya untuk UMKM lokal. Bahkan, untuk minuman air mineral resmi MotoGP tahun ini, pihak penyelenggara telah memilih brand lokal, air mineral merek Narmada, yang menambah rasa memiliki kawasan sekaligus menjadi kebanggaan.

Direktur Operasi ITDC (InJourney Tourism Development Corporation), Troy Reza Warokka, pada kesempatan tersebut menyampaikan, kegiatan Betabeq tersebut merupakan bagian dari prakegiatan MotoGP ala Indonesia yang hanya dilaksanakan di Indonesia.

Kegiatan tersebut bagi pihaknya sangat penting untuk dilaksanakan. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur dan dikuatkan oleh Bupati, filosofi tradisi Betabeq merupakan karakter dari masyarakat NTB yang kini dibangkitkan lagi dalam gelaran MotoGP.

“Karena event MotoGP ini tidak sekadar untuk balapan semata, namun kearifan lokal dan nilai-nilai budaya juga akan dihidupkan di sini, seperti yang setiap tahun telah dilaksanakan,” tegas Troy.

Mengenai persiapan pelaksanaan MotoGP hingga Betabeq dilaksanakan, telah mencapai sekitar 85 persen. Salah satu hal penting yang telah disiapkan adalah Fire PAM yang tidak hanya untuk pembalap, namun juga untuk pengunjung.

Pada Kamis, 17 September 2026, untuk memantapkan persiapan, akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bersama stakeholder dan Trackside Area – Pertamina Mandalika International Circuit yang akan dihadiri kementerian terkait, Gubernur, Bupati, dan lainnya.

Dari sisi peningkatan perekonomian, MotoGP tahun ini diisyaratkan peredaran uang bisa mencapai angka Rp5 triliun lebih, yang dipastikan akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB secara langsung maupun tidak langsung.

Berita Terkait

Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade
Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi
ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan
Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah
Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan
Ajang Seni Baleganjur, Gubernur Iqbal: NTB Pemenang Toleransi
Pemdes Mantang Gelar Event Peresean Se-Pulau Lombok
Festival Budaya dan Kuliner Pringgarata 2025 Sukses Digelar, Ketua Panitia: Dari Akar Rumput untuk Masyarakat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:15 WIB

Sambut MotoGP Mandalika 2026, Ritual Betabeq Digelar di Sirkuit Mandalika

Jumat, 4 September 2026 - 07:33 WIB

Pascakebakaran, Nyemulaq Awali Kebangkitan Sade

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:38 WIB

Lestarikan Tradisi, Pemkab Lombok Tengah Gelar Lebaran Ketupat 1447 H sebagai Warisan Generasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:07 WIB

ITDC Dukung Konektivitas Sosial Masyarakat melalui Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang Aman dan Berkelanjutan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:05 WIB

Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah

Minggu, 26 Oktober 2025 - 01:05 WIB

Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan

Senin, 13 Oktober 2025 - 04:56 WIB

Ajang Seni Baleganjur, Gubernur Iqbal: NTB Pemenang Toleransi

Kamis, 4 September 2025 - 08:20 WIB

Pemdes Mantang Gelar Event Peresean Se-Pulau Lombok

BERITA TERBARU