NESIANEWS.COM – Warga Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, kini mulai menata kembali kehidupan mereka setelah musibah kebakaran yang melanda kawasan bersejarah dan Wisata tersebut.
Pembangunan ini resmi ditandai dengan digelarnya prosesi adat Nyemulaq atau Tanjek Teken pada Kamis (3/9/2026).
Prosesi Nyemulaq ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Bukan sekadar seremonial, prosesi ini menjadi penanda dimulainya tahap rekonstruksi rumah adat, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas warga yang terdampak, sekaligus menjadi simbol kebangkitan masyarakat Sasak Sade dalam mempertahankan warisan budaya leluhurnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan pentingnya perencanaan yang matang dalam memulihkan Sade.
Menurutnya, revitalisasi kawasan ini harus melampaui sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan juga menghidupkan kembali roh sejarah, adat, dan budaya Suku Sasak.
“Yang kita bangun bukan hanya bangunan, tetapi kembali membangun peradaban. Karena itu harus tetap menjaga nilai awal Sade,” katanya.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, menyatakan bahwa Nyemulaq adalah momentum yang sangat luar biasa bagi pemulihan kawasan wisata budaya tersebut.
“Pembangunan rumah di Kampung Adat Sade dimulai hari ini. Pemerintah daerah akan terus mendampingi proses rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya,” ujar Pathul.
Ia juga menekankan bahwa proses pengerjaan harus berjalan secara transparan dan melibatkan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar hasil rekonstruksi memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran.
Sementara itu, Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, H. Lalu Mohammad Faozal, menjelaskan bahwa pelaksanaan Nyemulaq merupakan wujud kesepakatan kolektif masyarakat adat setempat sebagai langkah perdana pembangunan kembali kawasan mereka.
“Berdasarkan data pasca-kebakaran, kerusakan di kawasan ini meliputi 75 unit rumah adat, delapan berugak, enam sekenam, satu bangunan masjid, dua fasilitas toilet, hingga 69 art shop milik warga,” katanya.
Lanjutnya, pembangunan kembali seluruh fasilitas tersebut akan dieksekusi secara bertahap merujuk pada perencanaan yang telah disepakati bersama.
“Dimulainya prosesi Nyemulaq ini menyalakan harapan baru bagi warga Sade. Lebih dari sekadar membangun ulang tempat tinggal, langkah ini menjadi upaya nyata untuk memastikan bahwa identitas budaya Sasak tetap kokoh berdiri sebagai ikon dan daya tarik utama pariwisata di Lombok Tengah,” harapnya.
































