NESIANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi membuka perhelatan “Khazanah Ramadhan 1447 Hijriah” di Alun-alun Tastura (Taman Wisata Kota), Praya, Rabu, 11 Maret 2026.
Acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi lokal sekaligus ruang syiar Islam bagi masyarakat.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., yang membuka langsung acara tersebut, menyatakan bahwa agenda ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan sektor ekonomi di Lombok Tengah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui kegiatan Khazanah Ramadan ini, kita berharap berbagai aktivitas masyarakat di bulan Ramadan dapat berkembang, terutama melalui bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujar HM Nursiah dalam sambutannya.
Berlangsung selama lima hari hingga 15 Maret 2026, Khazanah Ramadhan dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 WITA. Lokasi ini diprediksi menjadi titik kumpul utama warga untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
Bazar tahun ini menampilkan berbagai jenis usaha masyarakat, mulai dari stan takjil kuliner, konveksi, hingga produk olahan lokal unggulan. Selain perdagangan barang, terdapat sisi unik dengan hadirnya stan Kejaksaan Negeri Praya yang menyediakan layanan konsultasi hukum gratis bagi pengunjung.
Nursiah menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan strategi promosi bagi pelaku usaha lokal. “Selama lima hari pelaksanaan, kami berharap Khazanah Ramadan ini mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan perputaran uang di daerah,” tuturnya.
Tak hanya soal ekonomi, Khazanah Ramadhan 1447 H juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial dan lomba kreativitas. Panitia menyelenggarakan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci.
Bagi generasi muda, tersedia panggung kompetisi seperti Lomba Fashion Show Anak serta Lomba Hadrah dan Marawis tingkat SD hingga SMP. Suasana sore hari di Alun-alun Tastura pun semakin semarak dengan iringan penampilan live acoustic.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berencana menduplikasi konsep kegiatan ini ke wilayah perdesaan. Tujuannya agar manfaat ekonomi dan kegembiraan Ramadhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kurang mampu di pelosok desa.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk berkumpul dan memperkuat kebersamaan selama Ramadan,” pungkas Nursiah. (Red)
































