Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 10,30 Persen pada 2026, Pemkab Lombok Tengah Gelar Pematangan Program

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Pemkab Lombok Tengah terus mematangkan program pengentasan kemiskinan agar dampak pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat rentan dan berpenghasilan rendah.

Pematangan program tersebut berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., Kepala BPS Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi, S.ST., perwakilan ITDC, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PLN Cabang Praya, perangkat daerah, serta perwakilan seluruh kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah mengatakan angka kemiskinan Lombok Tengah pada 2025 berada di angka 10,68 persen.

BACA JUGA :  Lombok Tengah Gelar MTQ ke XXXI, Menggali Potensi ke Tingkat Nasional

“Capaian tersebut menempatkan Lombok Tengah pada urutan ketiga terendah di NTB setelah Kota Mataram sebesar 10,55 persen dan Kota Bima sebesar 10,61 persen,” ujarnya.

Dikatakannya, angka kemiskinan tersebut turun dari 12,07 persen pada 2024. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan angka kemiskinan kembali turun menjadi sekitar 10,30 persen pada 2026.

“Meski mengalami penurunan, pemerintah daerah masih memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi,” jelas Nursiah.

Kecamatan Pujut tercatat memiliki angka kemiskinan 11,77 persen atau 16.037 jiwa, disusul Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa dan Kecamatan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.

BACA JUGA :  APBD Perubahan NTB 2026 Disinyalir Defisit Rp 300 Miliar

“Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemkab Lombok Tengah menerapkan strategi “3 Pintu” pada 2026. Strategi tersebut diarahkan agar program pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pintu pertama difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pangan, pasar murah, dan bantuan langsung tunai.

Pintu kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan IKM, peternakan, perikanan, serta program padat karya.

Sementara pintu ketiga difokuskan pada pengurangan kantong kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air minum, sanitasi, serta peningkatan akses pendidikan.

“Melalui strategi tersebut, penanganan kemiskinan diharapkan tidak hanya menghasilkan penurunan angka secara statistik, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa berkurangnya beban hidup masyarakat, meningkatnya peluang memperoleh pendapatan, serta membaiknya kualitas hunian dan pelayanan dasar,” harap Nursiah.

BACA JUGA :  Lewat Website Pemkab Lombok Tengah Dorong Transparansi dan Publikasi Maksimal

Sementara, Kepala BPS Lombok Tengah Muhammad Jupri Sardi mengatakan, salah satu indikator kemiskinan dapat dilihat dari tingkat konsumsi masyarakat miskin berdasarkan hasil survei lapangan.

Selain itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya menekankan pentingnya kolaborasi Bapperida bersama seluruh organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, program penanggulangan kemiskinan perlu dilaksanakan menggunakan indikator yang terukur sehingga intervensi pemerintah dapat semakin tepat sasaran dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berita Terkait

Mayjen TNI Edi Saputra Tiba di NTB, Awali Tugas sebagai Pangdam XXX/Rinambora
HUT Ke-81 Lombok Tengah, Dulu Hanya Sebagai Penonton Sekarang Berkembang Pesat
57 Perusahaan dengan 1.282 Lowongan Kerja Ramaikan Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026
Antisipasi Ancaman Peretasan dan Kebocoran Data Publik, Pemkab Loteng Perkuat Keamanan Siber
Naik Kelas, Pathul Bahri Lantik Pejabat Baru RSUD Praya
BNPB dan GIZ Rintis Skema Pembiayaan Risiko Bencana Terukur dari NTB untuk Nasional
Masyarakat Lebih Mudah Akses Informasi, Lombok Tengah Perkuat PPID
25 ASN Masuk 5 Besar, Sekda Loteng Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Harus Independen
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Mayjen TNI Edi Saputra Tiba di NTB, Awali Tugas sebagai Pangdam XXX/Rinambora

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:26 WIB

HUT Ke-81 Lombok Tengah, Dulu Hanya Sebagai Penonton Sekarang Berkembang Pesat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:22 WIB

57 Perusahaan dengan 1.282 Lowongan Kerja Ramaikan Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Antisipasi Ancaman Peretasan dan Kebocoran Data Publik, Pemkab Loteng Perkuat Keamanan Siber

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Naik Kelas, Pathul Bahri Lantik Pejabat Baru RSUD Praya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:30 WIB

BNPB dan GIZ Rintis Skema Pembiayaan Risiko Bencana Terukur dari NTB untuk Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 15:28 WIB

Masyarakat Lebih Mudah Akses Informasi, Lombok Tengah Perkuat PPID

Jumat, 11 September 2026 - 10:23 WIB

25 ASN Masuk 5 Besar, Sekda Loteng Tegaskan Seleksi Anugerah ASN Tastura 2026 Harus Independen

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB