NESIANEWS.COM – Puluhan warung yang berdiri di Pantai Tanjung Aan Kecamatan Pujut Lombok Tengah tampak sukarela melakukan pembongkaran secara mandiri, Selasa (15/7/2025).
Mereka tampaknya memilih untuk mengamankan barang-barang mereka dibandingkan dibongkar oleh petugas maupun dengan menggunakan alat berat. Terlebih Van Guard pelaksana yang ditunjuk oleh ITDC telah memberikan surat peringatan ketiga kepada masyarakat terkait rencana Land Clearing.
Mereka terlebih dahulu mengamankan barang-barangnya yang tidak melekat seperti perabotan makan minum, berbagai jenis mebel, peralatan surfing dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya mereka secara berangsur-angsur akan merobohkan bangunannya untuk mencari lokasi strategis lainnya untuk berjualan.
Salah satu pemilik warung yang sukarela membongkar mandiri adalah Dina’s Warung & Longboard Rental.
Dina menyampaikan, dirinya melakukan pembongkaran secara mandiri bersama warga-warga lainnya. Beberapa warung yang telah melakukan pembongkaran secara mandiri antara lain Holy Moly, Warung Surfer Beach, dan lain sebagainya.
Termasuk pula Aloha Beach Club, cafe & resto terbesar di Pantai Aan yang sebelumnya sempat melawan akhirnya melakukan pengosongan secara mandiri.
Dina mengatakan, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena memang bukan tanah sertipikat hak milik (SHM). Dina berharap ada solusi agar masyarakat bisa tetap berjualan di sekitar Pantai Tanjung Aan.
Soal keberadaan amenity core, Dina mengharapkan supaya lokasinya bisa tetap strategis supaya omset masyarakat tidak turun drastis.
“Kita berharap ada solusi yang menjamin masyarakat bisa tetap mencari nafkah di Pantai Aan. Kita masih bingung bahan-bahan kita ini mau dipindahkan kemana. Tidak ada tempat kita lagi,” jelas Dina.
Sementara itu, Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menyampaikan, pihaknya bersyukur tidak ada resistensi atau perlawanan meskipun sempat ada gejolak kecil.
“Artinya masyarakat kita memahami posisi ini (tanah negara). Insya Allah mudah-mudahan masyarakat kita kooperatif,” jelas Lalu Firman.
Menurut Lalu Firman, pengosongan lahan hari ini adalah bentuk dukungan terhadap pembangunan di Pantai Aan. Pihaknya selanjutnya akan mengawal proses perizinan sepanjang merupakan kewajiban Pemda.
Kedepan, pihaknya sangat berharap untuk memperhatikan dan memprioritaskan warga masyarakat lokal untuk bekerja di fasilitas yang akan dibangun.
“Dahulukan masyarakat kita,” tegas Lalu Firman.
Guna memastikan masyarakat tidak terisolir, ITDC dan Pemda Lombok Tengah telah menyediakan amenity core atau stall.
Ia menyampaikan, warga Pantai Aan nantinya dapat menyewa kepada ITDC seperti halnya di Bazaar Mandalika.
































