NESIANEWS.COM – Aksi seru para pembalap tersaji di kelas Krida Agya One Make Race (OMR) pada hari terakhir gelaran event Mandalika Festival of Speed Round 3 di Pertamina Mandalika International Circuit, 26 Oktober 2025.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengungkapkan bahwa tingginya intensitas balapan di kelas ini disebabkan oleh spesifikasi kendaraan yang sama.
“Di kelas Krida Agya OMR ini kendaraannya standar, tidak ada modifikasi yang berbeda antara kendaraan satu dengan kendaraan lainnya. Rem, mesin, tuningnya sama, jadi kecepatannya juga sama,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Jadi, lanjut Priandhi, dari start sampai finish susul menyusul sangat susah dikarenakan spesifikasi kendaraannya sama dan sangat susah untuk melaju di depan sendirian.
Meskipun balapan secara umum berlangsung aman dan race control tidak menemukan keluhan terkait lintasan, Priandhi Satria menegaskan bahwa setiap kelas balap akan melalui proses review.
Beberapa insiden kecil, seperti senggol-menyenggol, pembalap melintir ke gravel, dan roda mobil yang terlepas, akan didalami apa penyebabnya.
“Serunya karena banyak pembalap yang baru satu dua kali balapan di Mandalika, jadi antusiasmenya, euforianya masih berusaha menaklukkan tikungan. Jadi ini yang harus kita review untuk kedepannya balapan ini jauh lebih aman dan lebih seru,” papar Priandhi Satria.
Sementara itu, mengenai antusiasme penonton, Priandhi Satria menyebut bahwa target penonton tidak dipasang secara spesifik, namun promosi dilakukan secara luas.
MGPA menyayangkan padatnya jadwal balap yang membuat sesi open pit walk yang menjadi favorit masyarakat umum harus dipangkas dari satu jam menjadi 20 menit.
“Kesenangan masyarakat di pit walk ini berkurang, kita akan sikapi bagaimana kedepannya karena buat saya adanya open pit walk dan keramaian ini adalah sesuatu yang menyenangkan penonton yang bukan hanya yang suka lihat balap, tetapi suka lihat mobil, suka foto, dan suka jalan-jalan. Kita akan sikapi bagaimana ke depannya agar kegiatan open pit walk ini bisa tetap terlaksana,” tutupnya. (Ad)

































