Terkait Isu Gender dan Anak, YGSI dan Media Loteng Sepakati Hal Ini

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Isu mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKRS) semakin mencuat akhir-akhir ini. Termasuk setelah mencuatnya beberapa kasus mengenai pernikahan dini.

Yang menjadi persoalan utama sebenarnya adalah adanya media baik itu media sosial maupun media mainstream yang tidak menyampaikan berita dari segala sudut pandang sehingga bisa menimbulkan pemahaman yang salah karena informasi yang tidak lengkap.

Hal itu disampaikan Koordinator Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) Safrudin saat acara diskusi tematik bertema ‘Pemberitaan Ramah Anak Terkait Isu HKSR dan KBGS’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Safrudin menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek sensitivitas dalam pemberitaan HKSR. Seperti menghindari narasi ataupun diksi yang menyudutkan korban kekerasan seksual.

BACA JUGA :  Akankah Marc Marquez Menaklukkan Sirkuit Mandalika di MotoGP 2025?

Narasi yang dibangun pada sebuah pemberitaan kekerasan seksual harusnya bisa memulihkan mental, dan membangun semangat positif pada korban. Narasumber yang memahami HKSR/KBGS harus dikedepankan dalam hal ini.

“Jurnalis harus mementingkan sudut pandang korban, mencari akar masalah secara objektif, dan mengangkat kebutuhan korban,” kata Safrudin dalam acara yang digelar pada Rabu (25/6) di Bonjeruk itu.

Sementara Haikal sebagai perwakilan YGSI, menyampaikan bahwa YGSI sejak 2022 telah aktif mendampingi media lokal dalam memahami dan mengangkat topik HKSR secara lebih sensitif dan berpihak pada remaja. Program ini juga mendorong keterlibatan jurnalis dalam mengangkat hasil riset dan pengalaman lapangan terkait HKSR serta menjembatani komunikasi antara peneliti dan awak media.

BACA JUGA :  ‎Ribuan Masyarakat Padati Tabligh Akbar Ustadz Das'ad Latif di Polres Loteng

Disampaikan, lembaganya memfokuskan kerja isu HKSR, serta Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Di NTB sendiri YGSI telah bekerja di Lombok Timur dan Lombok Tengah dalam upaya mendorong kesadaran publik dan media terhadap isu-isu ini.

“Kami ingin media menyampaikan berita yang adil, berpihak, dan tidak menyudutkan korban,” ungkap Haekal.

Mengenai tujuan kegiatan ini sendiri adalah untuk memperkuat kapasitas media dalam menyampaikan informasi yang adil, dan berpihak terhadap isu-isu remaja dan kesetaraan gender.

BACA JUGA :  Bandara Bizam Layani 114 Lebih Penumpang Menjelang Tahun Baru 2026

Sementara itu Soefyan Ardi selaku salah satu wartawan senior yang hadir dalam kegiatan itu mengakui media memiliki peran sentral dalam membangun sudut pandang masyarakat. Media bisa menjadi agen perubahan sosial yang mendorong kesadaran kolektif terhadap pentingnya keadilan dan kemanusiaan.

“Media adalah penggerak opini. Apa yang ditulis jurnalis, akan menjadi referensi berpikir masyarakat,” ujar Soefyan.

Sehingga ditekankannya, bahwa jurnalis perlu memahami secara mendalam metode penulisan yang inklusif. Dia pun berharap agar perusahaan media untuk terus meningkatkan kapasitas jurnalisnya.

“Dan yang paling penting sebenarnya adalah bahwa wartawan harus bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik,” pungkasnya.

Berita Terkait

​Isi Pasar Kerja Global, Indonesia Siapkan SDM Produktif Lewat Migrasi Aman
Sempat Dikeluhkan Pelanggan, Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih
Musda III, Sahdi Saputra Terpilih Jadi Ketua Kasta NTB DPD Lombok Timur
Waspada Bencana dan Kekeringan di Lombok Tengah, Sistem Informasi Siaga NTB Mulai Digencarkan
Musda III Kasta NTB Lobar Bahas Regenerasi Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Kawal Kepentingan Rakyat
Dosen LSPR Institute of Communication and Business Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Blongas, Lombok Barat, Perkuat Promosi Pariwisata melalui Pengelolaan Media Sosial
Komitmen Pelayanan Prima, Samsat Karawang Kini Lebih Modern dan Nyaman
UMKM Lantan Didorong Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:32 WIB

​Isi Pasar Kerja Global, Indonesia Siapkan SDM Produktif Lewat Migrasi Aman

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:20 WIB

Sempat Dikeluhkan Pelanggan, Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:33 WIB

Musda III, Sahdi Saputra Terpilih Jadi Ketua Kasta NTB DPD Lombok Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:43 WIB

Waspada Bencana dan Kekeringan di Lombok Tengah, Sistem Informasi Siaga NTB Mulai Digencarkan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:12 WIB

Musda III Kasta NTB Lobar Bahas Regenerasi Kepemimpinan, Tegaskan Komitmen Kawal Kepentingan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:09 WIB

Dosen LSPR Institute of Communication and Business Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Blongas, Lombok Barat, Perkuat Promosi Pariwisata melalui Pengelolaan Media Sosial

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:12 WIB

Komitmen Pelayanan Prima, Samsat Karawang Kini Lebih Modern dan Nyaman

Senin, 13 Juli 2026 - 21:25 WIB

UMKM Lantan Didorong Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital

BERITA TERBARU

Pemerintahan

APBD Perubahan NTB 2026 Disinyalir Defisit Rp 300 Miliar

Senin, 10 Agu 2026 - 06:00 WIB