Puluhan Vendor Tuntut Segera Pelunasan Utang Event MXGP Senilai Rp 8 Miliar

Jumat, 17 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Gelaran Motocross Grand Prix (MXGP) Seri 11 dan 12 yang berlangsung pada 29-30 Juni dan 6-7 Juli 2024 di Lombok menyisakan masalah.

Salah satunya adalah pembayaran dan pelunasan senilai Rp 8 Miliar kepada sejumlah vendor yang belum dilakukan pelunasan pembayaran hingga hari ini.

Puluhan vendor puluhan yang belum dibayar diantaranya Sound Solution (tv, electrical, sound), Zaish stage (mainstage), Abenk stage (barricade), BB Production (tenda kursi meja)Jen (Genset), Pelita Harapan (Sound Lighting), (tenda, ringlock), Alfa Pro (barricade, Riging), Perisai Indah Abadi (tenda, meja, kursi, misty fan), Dian Mandiri (AC), Tracker Indonesia (racing management) dan Medical RSUP (medis).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan harus merasakan dampak buruk penyelenggaraan event bertaraf internasional tersebut mulai dari gaji karyawan hingga operasional usaha.

Diketahui, Event MXGP Lombok 2024 yang diinisiasi oleh mantan gubernur NTB Zulkieflimansyah menjabat sebagai Chairman MXGP Indonesia. Pelaksanaannya dipercayakan kepada PT. Samota Enduro Gemilang (SEG) sebagai promotor, dengan Diaz Rahmah Irhani sebagai Direktur Utama.

Perwakilan Vendor, inisial x, mengatakan, tuntutan dirinya sangat jelas yaitu melunasi utang penyelenggaraan event tersebut karena sebelumnya telah berkomitmen untuk membayar.

“Entahlah mereka jual aset jual apalah. Ndak peduli caranya yang penting dibayar. Apalagi teman-teman yang nominalnya besar, sampai mereka notanya milyaran. Mereka juga butuh uang untuk cicilan hutang. Mereka beli barang dari ngutang. Itu yang mereka (panitia MXGP) nggak pikirkan,” jelas x kepada media, Kamis (16/1/2025).

BACA JUGA :  Made Theoresta Tampil Gemilang di Official Practice 2 Agya OMR 2025 Mandalika, Bangkit dari Posisi Ketujuh

Dikatakannya, pada perjanjian awal, dirinya diberikan surat perjanjian kerja (SPK) dengan nilai uang yang harus dibayar oleh panitia paling telat minimal 30 hari setelah event berlangsung. Namun pasca penandatanganan, perjanjiannya tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Pada awalnya akan dibayar 30 persen, kemudian setelah barang dipasang, akan dibayar 50 persen. Namun hanya dikasih 10 persen dari nilai pembayaran sampai acara selesai. Disatukan race 1 dan race 2 hanya 10 persen yang dibayar sampai acara selesai,” jelas X.

X juga membocorkan kejanggalan yang dilakukan oleh panitia MXGP soal surat perjanjian kerja. Usai dilakukan penandatanganan dan dipasang materai, dirinya sama sekali tidak diberikan salinan surat tersebut.

Semua surat perjanjian kerja tersebut diambil oleh panitia MXGP dan tidak diberikan salinannya ke vendor. Hal tersebut merugikan dirinya karena sekarang ini tidak mempunyai kekuatan hukum untuk melakukan gugatan.

“Mereka berbagai macam alasan. Pada saat saya loading barang, mereka bilang pasang aja dulu barangmu besok saya kasih dah. Sudah terpasang saya tanya lagi mana SPK saya. Mereka bilang besok, besok, besok dengan berbagai macam alasan. Kejadian yang sama juga terjadi dengan vendor lainnya,” jelas x.

BACA JUGA :  Jelang Event MotoGP 2023, Polda NTB Gelar Pasukan Pengamanan

Lebih lanjut Salah satu vendor mengungkapkan, akhirnya setelah satu bulan event selesai, pihaknya kemudian ditransferkan sekitar Rp 30 juta.

Nilai tersebut bahkan masih belum menyentuh angka 50 persen dari total ratusan juta yang harus dibayarkan oleh pihak panitia MXGP.

Setelah lama-lama berlarut-larut ditengah ketidakpastian, pihaknya kemudian ditransferkan kembali pada Bulan September 2024 hanya Rp 50 juta.

“Terus sisanya sampai sekarang hilang belum dibayarkan yaitu 50 persen lagi atau sekitar Rp 100 juta kita bilang. Sedangkan di perjanjian kerja kita itu, minimal paling telat 30 hari kerja setelah acara selesai. Mereka yang buat perjanjian, mereka sendiri yang nggak mengikuti perjanjiannya,” kesal x.

Sisa hutang penyelenggaraan event MXGP ini sangat berdampak bagi keberlanjutan usaha penyewaan miliknya. Pihaknya saat itu melakukan pengadaan banyak barang.

X harus membuat baru mulai dari besi dan bahan bakunya harus dibeli di toko dengan cara mengutang. Hal tersebut mau tidak mau harus ditutupi oleh pihaknya.

BACA JUGA :  Ketum Judo NTB Audiensi dengan Kapolda NTB Bahas Kejurprov Judo Piala Kapolda

Selain itu, untuk operasional dan gaji juga cukup terganggu lebih-lebih usahanya tidak terlalu besar sehingga uang ratusan juta yang belum dibayar sangat besar sekali.

Uang tersebut seharusnya bisa diputar untuk yang lain untuk menghasilkan yang lain namun akhirnya macet karena panitia MXGP belum melunasi semuanya.

Hingga saat ini, X mengaku tidak ada iktikad baik dari penyelenggara untuk melunasi hutangnya. Memang sebelumnya sempat ada perkataan jika menunggu dana dari pihak sponsor.

“Perjanjian memang ada waktu itu. Namun yang tanda tangan hanya mereka saja. Saya tidak tanda tangan, deadlinenya tidak ada sehingga terkesan main-main buat surat perjanjiannya. Ada saya punya lengkap suratnya,” pungkas X.

Sementara itu, Chairman MXGP, Zulkieflimansyah, saat dikonfirmasi Tribun Lombok enggan menjawab pertanyaan wartawan. Kemudian Zulkfiliemansyah memberikan kontak Direktur utama PT SEG Diaz Rahmah Irhani.

Namun, Diaz Rahmah juga enggan menjawab pertanyaan wartawan. Diaz Rahmah memberikan kontak nomor Whatsapp baru kembali tanpa memberitahu siapa dan jabatannya apa saat wartawan menanyakan.

Wartawan Tribun Lombok akan terus berusaha untuk mendapatkan pernyataan resmi dari penyelenggara MXGP soal pelunasan pembayaran utang event kepada puluhan vendor.

Berita Terkait

Dua Bulan Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, ITDC dan Pemprov NTB Matangkan Persiapan Lintas Sektor
Pathul Bahri Berpeluang Besar Memimpin KONI NTB
ITDC Group dan Polda NTB Matangkan Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Putra Lombok Tengah Bilal Hamka Raih Dua Gelar di Victory Wiraraja Cup 2026
Giant Helmet Hadir di Sarinah, Permudah Pembelian Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
MASMIRAH Championship 2026, Ajang Menjaring Atlet Pencak Silat Lombok Tengah
Dukung Porprov NTB 2026, ITDC Perkuat Peran The Mandalika sebagai Kawasan Sport Tourism
Raih 125 Emas, Kukuhkan Posisi Kontingen Lombok Tengah di PORPROV NTB XII 2026
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Dua Bulan Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, ITDC dan Pemprov NTB Matangkan Persiapan Lintas Sektor

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pathul Bahri Berpeluang Besar Memimpin KONI NTB

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:23 WIB

ITDC Group dan Polda NTB Matangkan Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Putra Lombok Tengah Bilal Hamka Raih Dua Gelar di Victory Wiraraja Cup 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:26 WIB

Giant Helmet Hadir di Sarinah, Permudah Pembelian Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:48 WIB

MASMIRAH Championship 2026, Ajang Menjaring Atlet Pencak Silat Lombok Tengah

Senin, 27 Juli 2026 - 11:01 WIB

Dukung Porprov NTB 2026, ITDC Perkuat Peran The Mandalika sebagai Kawasan Sport Tourism

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Raih 125 Emas, Kukuhkan Posisi Kontingen Lombok Tengah di PORPROV NTB XII 2026

BERITA TERBARU