PGAWC 2025 Jadi Tahun Terakhir, Sky Lancing Fokus pada Cross Country dan Gantole

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Sky Lancing Lombok dipastikan akan kembali menggelar kejuaraan dunia paralayang PGAWC (Paragliding Accuracy World Cup) Seri 3 Lombok, Indonesia setelah sebelumnya sukses menggelar berbagai kejuaraan paralayang baik tingkat nasional maupun internasional.

Namun, Kontrak PGAWC cukup sampai 2025. Pasalnya PGAWC akan menjadi event terakhir yang digelar di Sky Lancing, Desa Mekarsari, Lombok Tengah.

Pengelola Sky Lancing Roy Rahmanto mengatakan, pihaknya hanya mendapatkan tiga tahun penyelenggaraan PGAWC. Setelah itu, saat pihaknya melakukan meeting dengan stakeholder Sky Lancing, pihaknya memutuskan untuk tidak ikut bidding sehingga tidak akan kembali menggelar PGAWC.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak ikut bidding karena kami mengincar event yang lebih besar lagi. Event PGAWC ini adalah kategori 2. Kalau kategori 2 sifatnya bebas. Perorangan juga bisa ikut. Ada yang diatas itu namanya kategori 1. Kalau kategori 1 itu memang dikirim oleh negara. Kalau PGAWC kan palingan yang ikut 13 negara atau 17 negara, sementara kategori 1 bisa lebih dari 13 negara,” jelas Roy Rahmanto di Praya, Sabtu (5/4/2025).

BACA JUGA :  Event Ducati Riding Experience (DRE) di Pertamina Mandalika International Circuit Siap Digelar

Dikatakan Roy yang juga ketua panitia PGAWC 2025 ini, event kategori 1 adalah agenda dari induk paralayang dunia atau Federation  Aeronatique Internationale (FAI). Namun, untuk menggelar event kategori 1 mengharuskan bidding secara offline diluar negeri.

Contoh, jika Sky Lancing mengikuti bidding pada tahun 2025 maka baru bisa menggelar dua tahun lagi tepatnya pada tahun 2027.

“Oleh karena itu, alasan dari Sky Lancing tidak akan menggelar kembali PGAWC adalah karena mengincar event yang lebih besar lagi. Contoh event kategori 1 diantaranya FAI World Paragliding Accuracy Championship. Kalau itu event serius. Kalau itu ndak bisa main-main. Karena itu benar-benar negara,” jelas Roy.

BACA JUGA :  Bang Zul Ungkap Strategi Menangkan Pilgub NTB 2024

Roy menyebutkan, pada tahun 2025 ini, Sky Lancing akan mencoba gelar event lintas alam International Paragliding Cross Country (IPXC). Paralayang harus menguasai dua bidang ini yaitu akurasi dan lintas alam.

Bagi Roy, sebuah venue Paralayang jika bisa mempertandingkan dua kelas tersebut yaitu ketetapan mendarat dan lintas alam sehingga kedepan pihaknya akan memperbanyak kompetisi lintas alam.

Jika Venue Sky Lancing bisa menggelar dua kategori tersebut maka dapat dikatakan sebagai venue yang sempurna untuk menggelar seluruh kategori event paralayang. Pihaknya sebelumnya bahkan telah menggelar uji bersama atlet paralayang dari Jawa Timur kategori lintas alam.

“Dan berhasil uji coba. Maka kami akan buatkan event pada bulan Oktober untuk lintas alamnya atau cross countrynya. Itu dia take off di Sky Lancing dan mendaratnya dekat Tembolak dengan pelaksanaan selama 5 hari. Jadi mereka akan melintas dengan jarak hingga 30 KM lebih,” jelas Roy.

BACA JUGA :  Lewat Program Teman Pintar, XLSMART Ajak UMKM Makassar Go Digital

Lebih lanjut Roy menerangkan, pada tahun 2025 terdapat tiga kejuaraan yang akan digelar di Sky Lancing yaitu tahun terakhir PGAWC, Kejurnas Gantole Bulan Agustus dan Cross Country pada Bulan Oktober.

Pihaknya memastikan akan memperbanyak event Gantole dan Cross Country karena Venue Sky Lancing hampir mencapai titik final sebagai lokasi venue PON 2028 untuk Paralayang dan Gantole.

“Hampir mencapai titik final. Makanya kita akan memperbanyak disisi itu. Insya Allah sudah hampir pasti untuk venue PON untuk cabor Gantole dan Paralayang di Sky Lancing. Juga sudah disurvei dan KONI Pusat juga sudah datang beberapa kali. Kalau KONI Provinsi jangan ditanya (selalu datang). Kalau FASI Pusat juga sudah sangat sering berkunjung sehingga itulah yang diajukan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sean Gelael Pastikan Balap GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit
Krida Agya Mandalika Kartini Race 2026: Representasi Perempuan di Dunia Motorsport
Mandalika Kartini Race 2026 : Perempuan Indonesia di Lintasan Balap
Pemprov NTB Abadikan MotoGP Mandalika dalam Diorama, Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang
Hadirkan lebih dari 30 Mobil GT3 dari 17 Negara, Pertegas The Mandalika Sebagai Destinasi Sportainment Dunia
Perkuat Hubungan Pusat-Daerah, APPOI NTB Targetkan Standardisasi Pendidik Olahraga
ITDC Pastikan Konflik Global Tak Ganggu Jadwal MotoGP Mandalika 2026
Lewat MotoGP Mandalika, Indonesia Catat Dampak Ekonomi Signifikan hingga Triliunan Rupiah
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:29 WIB

Sean Gelael Pastikan Balap GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit

Selasa, 14 April 2026 - 06:59 WIB

Krida Agya Mandalika Kartini Race 2026: Representasi Perempuan di Dunia Motorsport

Kamis, 9 April 2026 - 20:03 WIB

Mandalika Kartini Race 2026 : Perempuan Indonesia di Lintasan Balap

Kamis, 9 April 2026 - 19:57 WIB

Pemprov NTB Abadikan MotoGP Mandalika dalam Diorama, Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang

Rabu, 8 April 2026 - 12:41 WIB

Hadirkan lebih dari 30 Mobil GT3 dari 17 Negara, Pertegas The Mandalika Sebagai Destinasi Sportainment Dunia

Rabu, 8 April 2026 - 07:47 WIB

Perkuat Hubungan Pusat-Daerah, APPOI NTB Targetkan Standardisasi Pendidik Olahraga

Kamis, 2 April 2026 - 13:25 WIB

ITDC Pastikan Konflik Global Tak Ganggu Jadwal MotoGP Mandalika 2026

Rabu, 1 April 2026 - 06:10 WIB

Lewat MotoGP Mandalika, Indonesia Catat Dampak Ekonomi Signifikan hingga Triliunan Rupiah

BERITA TERBARU