Forum Mahasiswa Mataram Menanam Ratusan Pohon Di Hutan Gundul

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Dampak perubahan iklim terus meluas hingga ke seantero permukaan Bumi. Tantangan masyarakat terutama yang bermukim di perkotaan kian besar dengan kompleksitas pola konsumsi yang menghasilkan emisi karbon. Apabila persoalan konsumsi ini dapat ditekan, emisi karbon dapat ditekan hingga dua kali lebih rendah pada 2050 nanti.

Ketua Forum Mahasiswa Mataram Rian Arby Hidayat mengungkapkan, “Saat ini, bumi sudah mengalami pemanasan global akibat banyaknya gas karbon dioksida (CO2) di udara. Dampaknya tentu buruk bagi lingkungan seperti gelombang panas, tenggelamnya pulau-pulau kecil, cuaca ekstrem hingga krisis air bersih. Maka dengan begitu mengingat momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia kami mengambil peran menanam ratusan Pohon dan Clean Up pada hari minggu, 25 juni 2023 di Coban Putri, Kota Batu, Jawa Timur.” Ujar Arby.

BACA JUGA :  Jika Paket Zul-Pathul Terbentuk, Kemenangan Gemilang Diprediksi Tercapai

Seiring dengan persoalan tersebut, Forum Mahasiswa Mataram-Malang, memilih langkah yang efektif dalam menyelamatkan bumi. Sehubungan dengan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan ini. Forum Mahasiswa Mataram-Malang secara kolektif bergerak memperingati hari lingkungan hidup sedunia dengan menanam pohon dan Clean Up di Coban Putri, Kota Batu, Jawa Timur. Dengan mengangkat tema “Aksi FMM Untuk Bumi Hijau”. Dalam menyelaraskan momentum pada hari lingkungan hidup serta ikut andil dalam menyelamatkan Climate Change.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bilal Muhammad Taufan selaku ketua pelaksana penanaman pohon, menerangankan bahwa. “Tujuan daripada kegiatan penanaman bibit pohon dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup yaitu sebagai bentuk kepedulian dari Forum Mahasiswa Mataram-Malang terhadap lingkungan di Kota Batu. Mengingat sebelumnya telah terjadi bencana banjir di kota malang. Maka dari itu, sehubung bertepatan dengan hari lingkungan hidup FMM melakukan gerakan penanaman pohon yang bertemakan “AKSI FMM UNTUK BUMI HIJAU”. Ungkap Bilal.

BACA JUGA :  Tegakkan Kedisiplinan Anggota Sie Propam Polres Loteng Gelar Operasi Gaktiblin 

Cara utama yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi adalah dengan mengontrol aktivitas sehari-hari kita yang menghasilkan emisi karbon. Selain itu, kita juga bisa menanam pohon yang membantu pertukaran gas karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O2). Pohon memang efektif untuk mengurangi karbon dioksida di udara. Seperti pohon bakau yang mampu mengurangi 20 kg CO2e. Begitu juga dengan pohon agroforestri dimana setiap pohonnya berpotensi dapat mengurangi 59 kg CO2e.

BACA JUGA :  Sabet Juara Kedua, Pangdam XII/Tpr Apresiasi Kontingen Pencak Silat Piala Kasad

“Harapan saya semoga dengan dilakukannya kegiatan ini dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ekosistem yang ada pada hutan. Dan besar harapan saya semoga hal ini dapat dirasakan oleh generasi selanjutnya.” Kata Arby.

Kata menyelamatkan bumi harus diartikan sebagai sesuatu yang patut untuk dijaga, sesuatu yang patut dilestarikan, dan sesuatu yang sangat berharga seperti harta kekayaan. Menanam pohon merupakan momentum agar manusia sadar dan ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Ingat, kelestarian lingkungan akan menjamin kehidupan manusia sehingga menjadi lebih nyaman dan damai. Tidak hanya untuk saat ini, tapi juga kehidupan generasi yang akan datang.

Berita Terkait

Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah
Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan
Ajang Seni Baleganjur, Gubernur Iqbal: NTB Pemenang Toleransi
Pemdes Mantang Gelar Event Peresean Se-Pulau Lombok
Festival Budaya dan Kuliner Pringgarata 2025 Sukses Digelar, Ketua Panitia: Dari Akar Rumput untuk Masyarakat
HUT Ke-80 RI, Pringgarata Gelar Festival Budaya dan Kuliner Sasak
Bertepatan Dengan Perayaan Lebaran Topat, Pathul-Nursiah Terima Gelar Kehormatan  Pengerakse Gumi Tastura
Gubernur NTB Pantau Arus Mudik Lebaran di 5 Lokasi, Pastikan Berjalan Lancar
Berita ini 35 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:05 WIB

Pemkab Lombok Tengah Sosialisasikan Buku Pedoman Adat Sasak Masmirah

Minggu, 26 Oktober 2025 - 01:05 WIB

Sempat Vakum Lima Tahun, The Nusa Dua Festival 2025 Hadir Kembali dengan Kolaborasi Budaya Musik & Keindahan

Senin, 13 Oktober 2025 - 04:56 WIB

Ajang Seni Baleganjur, Gubernur Iqbal: NTB Pemenang Toleransi

Kamis, 4 September 2025 - 08:20 WIB

Pemdes Mantang Gelar Event Peresean Se-Pulau Lombok

Minggu, 24 Agustus 2025 - 06:04 WIB

Festival Budaya dan Kuliner Pringgarata 2025 Sukses Digelar, Ketua Panitia: Dari Akar Rumput untuk Masyarakat

Senin, 18 Agustus 2025 - 21:53 WIB

HUT Ke-80 RI, Pringgarata Gelar Festival Budaya dan Kuliner Sasak

Senin, 7 April 2025 - 15:34 WIB

Bertepatan Dengan Perayaan Lebaran Topat, Pathul-Nursiah Terima Gelar Kehormatan  Pengerakse Gumi Tastura

Kamis, 27 Maret 2025 - 16:23 WIB

Gubernur NTB Pantau Arus Mudik Lebaran di 5 Lokasi, Pastikan Berjalan Lancar

BERITA TERBARU