NESIANEWS.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Tengah menggelar Festival Literasi dengan mengusung tema “Membangun Literasi Menuju Lombok Tengah Masmirah”.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 14-16 November 2025, akan dimeriahkan oleh serangkaian kegiatan menarik, mulai dari pameran produk literasi, panggung seni dan literasi, bazar buku murah, pameran naskah kuno dan pasar kuliner lokal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Muliawan, M.M., menyampaikan bahwa literasi merupakan kebutuhan mutlak di era modern, meskipun banyak pihak yang cenderung mengabaikannya. Dalam sambutannya, ia juga memaparkan inisiatif baru yang sejalan dengan program pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
”Terkait itu, inshaallah kami akan launching kegiatan yang namanya Balita Masmirah,” ujar Lalu Muliawan, (14/11/25).
Balita Masmirah sendiri merupakan akronim dari Bangun Literasi Anak Masmirah. Program ini dirancang untuk membangun fondasi literasi sejak dini.
”Kami sudah kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk ibu-ibu hamil, sehingga mereka mulai diberi pemahaman bagaimana meningkatkan literasi anak untuk menjadi generasi hebat di masa depan,” jelasnya.
Lalu Muliawan juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Literasi ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Perpustakaan Nasional.
”Kegiatan ini merupakan kegiatan Dana Alokasi Khusus Nonfisik yang memang diberikan ke kami senilai Rp750 juta,” ungkapnya.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan-pelatihan, lomba-lomba, bedah buku, hingga kegiatan diskusi terkait literasi, serta lomba menggambar yang akan dilaksanakan sore hari di Festival Literasi ini.
Lalu Muliawan berharap program ini dapat berkelanjutan, dengan cita-cita besar mencetak generasi tangguh.
“Harapan kami ke depan, lewat perpustakaan, kami hadir. Karena dengan buku kita bisa menjelajahi masa lampau, dengan buku kita bisa menghadapi hari ini, dengan buku kita bisa merancang masa depan,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa festival ini memiliki peran penting untuk terus meningkatkan kualitas literasi di dunia pendidikan.
”Dengan festival ini bukan sekedar nanti menghasilkan juara-juara, ada piala, ada penghargaan, tapi dilanjutkan di sekolah-sekolah kita,” ujar Nursiah.
Dikatakannya, peran guru telah menunjukkan upaya luar biasa dalam menghadapi beragam minat baca siswa, namun kualitas literasi secara umum masih perlu ditingkatkan.
”Inshaallah dengan festival ini menjadi simbol formal untuk kita terus meningkatkan majunya pendidikan Lombok Tengah, tentu bukan saja Dinas Pendidikan, tapi Dinas Perpustakaan sangat menentukan,” tutupnya. (AD)
































