Tangani Kemiskinan, FRI dan Kemensos RI Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kesejahteraan

Selasa, 11 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, Forum Rektor Indonesia (FRI) bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyelenggarakan acara kerja sama strategis dengan perguruan tinggi se-Jawa Timur.

Acara yang digelar di Gedung Graha Unesa, Surabaya, (10/2/25) ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian target-target sosial melalui sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan sosial.

Kegiatan yang mengusung tema Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Akselerasi Pengentasan Kemiskinan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan dan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam acara tersebut, sejumlah narasumber berkompeten memberikan pandangan mereka mengenai peran perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan tersebut.

Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes, Ketua Forum Rektor Indonesia, dalam sambutannya menyatakan, perguruan tinggi memiliki kapasitas besar dalam menghasilkan inovasi yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Libur Nataru, Polres Lombok Tengah Tingkatkan Keamanan di Lokasi Wisata

“Melalui riset, pengabdian masyarakat, dan pendidikan, kita dapat menciptakan solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan. Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk menciptakan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, Drs. K.H. Saifullah Yusuf, S.I.P, Menteri Sosial RI, menegaskan pentingnya kolaborasi ini.

“Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengentasan kemiskinan, kami sangat mengapresiasi peran aktif perguruan tinggi. Kami percaya bahwa dengan memadukan keahlian akademik dan kebijakan sosial yang tepat, kita bisa mencapai pengentasan kemiskinan dengan lebih efektif,” ungkapnya.

Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), turut menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan sosial melalui riset dan pengabdian masyarakat.

BACA JUGA :  Patroli KRYD Dilakukaan Polres Loteng Bersama Kodim/ 1620 dan Satpol- PP Kab. Loteng

“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan, sangat penting untuk menciptakan solusi nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unitomo juga berharap inisiatif ini dapat menjadi model yang menginspirasi perguruan tinggi lain untuk lebih aktif terlibat dalam menyelesaikan masalah sosial di Indonesia.

Acara ini tidak hanya menyuguhkan diskusi mendalam, tetapi juga diisi dengan hiburan menarik serta sesi penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement) antara perwakilan perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

Langkah ini dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi pemanfaatan riset dalam pengembangan kebijakan sosial, pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan tinggi, serta pengembangan program-program sosial yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Lombok jadi Perhatian Dunia, Daud Demokrat: Harus Bersih, Aman, dan Nyaman

Forum ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari rektor universitas, dosen, praktisi sosial, dan pejabat pemerintah, yang semuanya memiliki komitmen tinggi dalam mendukung misi besar ini.

Kerja sama ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

Harapannya, kolaborasi ini dapat menciptakan berbagai program inovatif yang mampu menanggulangi kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan adanya inisiatif ini, Forum Rektor Indonesia dan Kementerian Sosial RI optimis bahwa kolaborasi antara sektor pendidikan dan sosial akan menciptakan perubahan signifikan dalam upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif dan sejahtera.

Berita Terkait

Peduli Kondisi Pesantren di Tengah Polemik, Kasta NTB Beri Dukungan Moral untuk Santri
88 SMP Negeri di Lombok Tengah Ikuti Bimtek PPID
Bupati Pathul Bahri Buka MTQH XXXII Praya Timur, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi
Berbagi Kebahagiaan, RGROG Santuni 150 Anak Yatim di Lombok Tengah
Pemkab Lombok Tengah Lepas 955 Mahasiswa KKP UIN Mataram
Peringati 10 Muharram, Remaja Masjid Iktisabul Ulum Santuni Anak Yatim Piatu
Pengobatkan Gratis! Kasta NTB Wujudkan Kepedulian Sosial di Lombok Tengah
Kembali Torehkan Prestasi, Lombok Tengah Juara Umum 1 MTQ XXXI NTB 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:38 WIB

Peduli Kondisi Pesantren di Tengah Polemik, Kasta NTB Beri Dukungan Moral untuk Santri

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:55 WIB

88 SMP Negeri di Lombok Tengah Ikuti Bimtek PPID

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Bupati Pathul Bahri Buka MTQH XXXII Praya Timur, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:50 WIB

Berbagi Kebahagiaan, RGROG Santuni 150 Anak Yatim di Lombok Tengah

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pemkab Lombok Tengah Lepas 955 Mahasiswa KKP UIN Mataram

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:49 WIB

Peringati 10 Muharram, Remaja Masjid Iktisabul Ulum Santuni Anak Yatim Piatu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:37 WIB

Pengobatkan Gratis! Kasta NTB Wujudkan Kepedulian Sosial di Lombok Tengah

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:58 WIB

Kembali Torehkan Prestasi, Lombok Tengah Juara Umum 1 MTQ XXXI NTB 2026

BERITA TERBARU