Bang Zul dan Industrialisasi, Mengubah Nilai Sekaligus Pola Pikir

Sabtu, 10 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Gubernur NTB periode 2018-2023 Zulkieflimansyah atau Bang Zul meluncurkan program industrialisasi semasa menjabat. Program tersebut menjadi salah satu unggulan di kepemimpinan Bang Zul, selain beasiswa luar negeri dan beberapa program lainnya.

Namun saat program tersebut diluncurkan, tidak sedikit orang yang pesimis dengan program tersebut. Di benar mereka, industrialisasi identik dengan pabrik-pabrik besar, asap polusi, modal yang besar yang mustahil dapat dilakukan UMKM di NTB.

Namun industrialisasi ala Bang Zul tidak seberat yang dipikirkan para kritikus. Doktor bidang ekonomi ini mengajarkan masyarakat NTB bahwa industrialisasi tidak hanya bicara soal pabrik-parik raksasa, kepulan asap polusi atau yang berhubungan dengan bisnis para crazy richt di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemaknaan industrialisasi seperti di atas memang wajar. Karena itu memang pengertian industrialisasi secara tradisional yang disematkan beratus-ratus tahun lalu ketika terjadinya revolusi industri di Eropa,” kata Bang Zul.

Industrialisasi ala Bang Zul memiliki pendekatan yang lebih sederhana serta mampu diikuti para pelaku UMKM di NTB.

BACA JUGA :  DSU: Lalu Iqbal Rebut PPP dan Ganggu PKB, Tapi Bang Zul Jadi Kambing Hitam

“Industrialisasi dalam konteks ini adalah sebuah proses besar untuk berani mengolah dan mengubah nilai sebuah produk mentah atau tradisional menjadi produk-produk atau komoditas yang punya nilai tambah lebih tinggi. Dalam ilmu ekonomi proses ini disebut proses pendalaman struktur atau structural deepening,” jelasnya.

Sederhananya, industrialisasi ala Bang Zul ini bicara bagaimana mengolah bahan mentah di NTB menjadi bahan jadi, sehingga saat dipasarkan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dari bahan mentah.

NTB tidak harus menjual gabah ke luar, tapi diolah untuk menjadi beras lalu dijual. Begitu juga dengan produk lain, sehingga nilai ekonominya lebih meningkat.

“Jadi mesti ada keberanian untuk tidak lagi menjual gabah tapi kita kemudian membeli beras. Kita menjual kain kemudian membeli baju. Menjual ikan mentah tapi membeli abon dan seterusnya,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat NTB tidak lagi harus menjual produk mentah dengan harga murah dan justru membeli produk jadi dengan harga jauh lebih mahal.

BACA JUGA :  Gabungan Polsatwa dan Gegana Sat Brimobda NTB Sterilisasi Sirkuit Mandalika

“Kita miskin dan tertinggal karena menjual komoditas mentah kita lebih murah untuk kemudian membeli komoditas jadi yang nilai tambahnya lebih tinggi dengan harga yang lebih mahal,” katanya.

“Daerah kita tetap akan miskin kalau terus-terusan menjual jagung dan terus-terusan pula membeli pakan ternak dengan harga lebih mahal yang sebenarnya diolah dari jagung yang berasal dari daerah kita sendiri sebagai bahan bakunya,” ujarnya.

Kini sejak industrialisasi digaungkan, banyak sekali masyarakat yang berani mencoba mengolah bahan mentah mereka menjadi bahan jadi.

Tidak hanya Teh Kelor Kidom yang sudah menemui pasar internasional, ada banyak sekali bahan mentah yang diolah masyarakat menjadi bahan jadi, seperti Satu Pusuk Kemasan, Terasi Empang, garam, ares, Ayam Taliwang, Ayam Rarang, Sate Rembiga dan masih banyak sekali makanan dengan konsep frozen food di NTB.

“Walaupun kelihatannya sederhana, proses industrialisasi sederhana ini sama sekali tidak mudah. Butuh pembelajaran panjang, coba-coba dan sedikit kenekatan. Prosesnya panjang dan berliku. Kita di NTB banyak loh yang begini-begini ini sekarang,” ujar Bang Zul.

BACA JUGA :  Nikmati Berbagai Fasilitas Dan Keseruan Side Event MotoGP 2023 

Sehingga, jika masih ada yang menganggap industrialisasi gagal itu mungkin karena kurang berkunjung ke UMKM-UMKM yang ada di kabupaten dan kota di NTB.

“Geliat industrialisasi sederhana seperti ini sangat terasa. Sektor kuliner adalah contoh yg paling kasat mata. Produk-produk makanan yg di kemas semakin banyak bermunculan dan beredar di pasaran lokal bahkan ke luar daerah-daerah kita. Ayam Taliwang, Ayam Rarang dan Sate Rembige adalah contoh-contoh nyata itu. Apa proses ini sederhana? Sama sekali tidak,” katanya.

Namun kata Bang Zul, bukan berarti dengan hadirnya industrialisasi kecil menghilangkan industrialisasi besar konvensional.

“No! Indusri besar tetap penting. Kehadiran industri-industri besar ini relevan dengan pengertian Industrialisasi konvensional yang melihat industrialisasi sebagai proses peningkatan proporsi sektor industri dalam ekonomi kita,” ujarnya.

Berita Terkait

Dua Kader Bertarung di Muscam XI Golkar Pujut, Nursiah Sebut Keduanya Putra Terbaik
Ketua DPD Gerindra NTB Tutup Diklat Laskar Gerindra 2026
9.068 Warga Labulia Masuk DPT Pilkades 2026
Jelang Pilkades, Kejari Lombok Tengah Minta Inspektorat Audit Dana Desa
Berkunjung ke NTB, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda Hadapi Tantangan Global
Amrul Jihadi Didukung Jadi Ketua Demokrat NTB
Pelantikan Ade Kuswara Kunang Sebagai Bupati Bekasi Termuda dalam Sejarah
Sinta Agathia Ajak Warga NTB Doakan Kepemimpinan Iqbal-Dinda Berjalan Lancar
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:44 WIB

Dua Kader Bertarung di Muscam XI Golkar Pujut, Nursiah Sebut Keduanya Putra Terbaik

Selasa, 15 September 2026 - 15:22 WIB

Ketua DPD Gerindra NTB Tutup Diklat Laskar Gerindra 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:15 WIB

9.068 Warga Labulia Masuk DPT Pilkades 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:50 WIB

Jelang Pilkades, Kejari Lombok Tengah Minta Inspektorat Audit Dana Desa

Minggu, 31 Mei 2026 - 04:45 WIB

Berkunjung ke NTB, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda Hadapi Tantangan Global

Senin, 30 Maret 2026 - 09:29 WIB

Amrul Jihadi Didukung Jadi Ketua Demokrat NTB

Senin, 24 Februari 2025 - 05:29 WIB

Pelantikan Ade Kuswara Kunang Sebagai Bupati Bekasi Termuda dalam Sejarah

Jumat, 21 Februari 2025 - 05:24 WIB

Sinta Agathia Ajak Warga NTB Doakan Kepemimpinan Iqbal-Dinda Berjalan Lancar

BERITA TERBARU