NESIANEWS.COM – Reny Anjani Swandi, akrab di sapa Reny, lahir di Batujai, 14 April 1999, sosok muda Calon Legislatif DPRD Kabupaten Lombok Tengah Dapil 4 (Praya Barat – Praya Barat Daya) nomor urut 2 Partai Solidaritas Indonesia.
Selain menjadi seorang drummer grup band wanita asal Lombok Tengah, Ia juga aktif di komunitas peduli lingkungan, 2019 lalu Ia mewakili Praya Barat dalam ajang pemilihan Duta Lingkungan NTB.
Dari bangku SD hingga perguruan tinggi Ia selalu tertarik mengikuti ekstrakulikuler serta organisasi, mulai dari Pramuka, PMR, Pecinta Alam, Remaja Musholla, OSIS serta 2016 menjadi salah satu Pasukan Pengibar Bendera merah putih di tingkat kecamatan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat menempuh studi S1 di jurusan Kehutanan Universitas Mataram, sosok caleg muda tersebut lolos seleksi menjadi anggota GenBI Indonesia NTB atau komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia dengan persaingan yang sangat ketat.
Saat kuliah Reny juga merintis usaha sampingan Dapurreny yang menyediakan bumbu rujak kemasan & aneka menu lainnya yang diminati banyak orang.
Ketertarikannya di dunia Jurnalistik juga mengantarkan Reny dua kali menjadi finalis Akademi Presenter NTB yang diadakan oleh salah satu tv swasta di NTB.
Disela-sela waktu luang tak jarang Reny membantu ibunya sebagai saudagar beras, yaitu menjemur padi & mendistribusikan beras ke pelanggan ibunya, rutinitas tersebut sering ia bagikan ke media sosial untuk mempromosikan usaha ibunya.
Selain itu, jika ada job Ia juga seorang model freelance.
Kepada media tanggal 03 Februari 2024 Reny mengatakan, terlahir dari anak petani dan pedagang beras tidak membuat saya berkecil hati untuk selalu menggali potensi diri & mencari pengalaman serta pembelajaran di luar.
“Bermimpi dan meraih kesuksesan adalah milik siapa saja. Tentu kita harus mengenal diri kita siapa dan potensi apa yang dimiliki, lalu beranilah untuk bermimpi besar dan berjuanglah untuk meraih mimpi tersebut,” ujarnya.
Tak hanya itu, Reny juga mengatakan, budaya Patriarki yang masih dominan diberbagai lini kehidupan masyarakat menjadi kendala perempuan terjun ke dunia publik khususnya di dunia politik, padahal sebenarnya baik laki laki maupun perempuan memiliki hak yang sama.
Keberadaan Caleg perempuan bukan hanya sebagai pelengkap, namun juga memiliki daya saing, peluang serta kesempatan yang sama tanpa mempertimbangkan aspek gender.
Dalam persiapannya, Reny fokus pada pemenuhan syarat-syarat yang berlaku. Namun, yang paling penting baginya adalah persiapan mental sebab kontestasi pemilu 2024 membutuhkan kerja keras secara total.
Keikutsertaan dalam kontestasi murni atas keputusannya sendiri dibarangi restu dan dukungan dari orang tua, keluarga serta kerabat.
“Persaingan di dapil pasti berat, apalagi saya merupakan politisi muda sekaligus pendatang baru. Namun itu tak lantas membuat saya merasa minder, saya tetap optimis bisa bersaing,” tegasnya.
Ditengah kondisi persaingan yang sangat ketat, dirinya harus siap menang atau kalah, menjadi caleg adalah jalan untuk memperjuangkan kebutuhan – kebutuhan masyarakat.
“InshaAllah saya akan berjuang untuk kebaikan, dan kemaslahatan masyarakat , siap mendengarkan, menampung aspirasi, serta bekerja untuk rakyat,” tutup reny.
































