NESIANEWS.COM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus memacu pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Tidak hanya mengandalkan gelaran event balap di Sirkuit Mandalika, kini Mandalika diproyeksikan menjadi living destination melalui keterlibatan aktif masyarakat lokal, pelaku UMKM, hingga sektor industri kreatif.
”Keterlibatan masyarakat, keterlibatan semua pihak, baik itu UMKM lokal, kemudian kuliner, dan lain-lain, itu semuanya adalah dalam rangka menghidupkan Mandalika sebagai living destination. Bukan hanya event destination, tapi living destination,” ujar Ahmad Fajar, Direktur Utama Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), (22/8/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, saat ini Sirkuit Mandalika cukup padat digunakan untuk berbagai ajang balap, baik lokal maupun regional dan akan ada penambahan event-event lainnya.
”Kalau event tentunya akan kita tambah terus, bukan hanya event di MotoGP saja, tapi terus ada event-event seperti Asian Road Race, kemudian Asia Talent Cup,” jelas Ahmad Fajar.
Dikatakannya, dengan adanya event-event tersebut terutama MotoGP dan keterlibatan masyarakat dari semua sektor, pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini ada di peringkat kedua di Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi NTB angka terakhir dari semester ini baru 10 persen, itu sudah tinggi sekali. 2 tahun terakhir hampir 13 persen, itu yang disampaikan bapak gubernur,” ungkap Ahmad Fajar.
“Dari nilai itu tentunya kontribusi kawasan dari berbagai event yang diciptakan tentunya hotel laku, UMKM laku. Kita hitung untuk event MotoGP saja kemarin Rp4,96 triliun dampak ekonominya, Ditonton 200 juta orang dari 200 media. Itu yang kurang lebih mendorong pertumbuhan ekonomi NTB cukup tinggi,” sambungnya.
Sementara itu, The Dudas-1 yang terdiri dari Raffi Ahmad, Ariel, Gading, dan Desta hadir langsung di Mandalika. Mereka mengapresiasi perubahan Mandalika yang dinilai semakin berkembang, termasuk suasana pariwisata Lombok yang kini makin ramai dan menarik perhatian wisatawan mancanegara.
”Kalau dengar berita soal Rafael Nadal mau buka academy di sini (Mandalika) itu luar biasa. Apalagi kita beberapa kali kita sudah ke Mandalika, dan perkembangannya kalau dilihat-lihat terus ada peningkatan, pesat banget,” ujar Desta.
Senada dengan Desta, Raffi Ahmad menilai transformasi Mandalika melesat cepat dan kini menjadi alternatif utama destinasi wisata dunia selain Bali.
Menurut Raffi Ahmad, sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan lintas kementerian menjadi kunci sukses percepatan pembangunan kawasan tersebut.
”Saya sendiri memberikan apresiasi karena beberapa waktu lalu saya sudah ke Sade Social Space ini dan ikut opening. Dan ternyata sekarang berkembang pesat,” kata Raffi Ahmad.
“Tadi kita ketemu juga di pinggir pantai ada bule dari Italia, bule dari Yunani, bule dari Rusia, mereka bilang, ‘Oh ini indah sekali. Kita senang Bali, tetapi Bali memang sekarang padat dan mungkin ini menjadi alternatif selanjutnya di NTB di Lombok,'” Sambungnya.
































