NESIANEWS.COM – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP. mengajak seluruh kepala desa, camat, dan seluruh perangkat daerah untuk menyatukan persepsi guna meningkatkan kesiapsiagaan, percepatan respon darurat, serta penyebaran informasi kebencanaan yang cepat, akurat dan terintegrasi di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Ajakan tersebut diserukan Pathul Bahri melalui Sosialisasi Sistem Informasi Kebencanaan Siaga NTB yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, (22/7/26).
Pathul Bahri mengungkapkan ancaman bencana di Lombok Tebgah cukup beragam mulai dari bencana di musim kemarau hingga dampak erupsi letusan gunung dari luar Lombok Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak hal yang tentu harus kita wujudkan. Belum lagi tanah longsor, cuaca ekstrem, belum lagi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, lain sebagainya. Abrasi, serta dampak letusan-letusan gunung berapi yang di luar Kabupaten Lombok Tengah, itu berdampak sampai di kabupaten kita. Maka, perlu kita berkumpul menyatukan persepsi tentang bagaimana Sistem Informasi Kebencanaan Siaga Nusa Tenggara Barat yang terurus dengan baik dan menghasilkan data yang akurat hingga bisa memberikan dampak yang positif untuk masyarakat,” kata Pathul Bahri.
Ia menjelaskan, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. “keberhasilannya tentu membutuhkan kebersamaan atau sinergi dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media. Semua harus bersinergi dan berkolaborasi sehingga tentunya akan menghasilkan yang terbaik untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat banyak,” ujarnya.
Sementara, Kepala BPBD Lombok Tengah, H. Ridwan Ma’ruf, S.Sos. mengatakan melibatkan kepala desa, lurah hingga camat di acara Sosialisasi Sistem Informasi Kebencanaan Siaga NTB ini sangat penting sebagai garda terdepan pelaporan bencana di masing-masing wilayahnya.
“Sistem informasi kebencanaan itu berawal dari desa. Karena masyarakat itu ada di desa, ada di kelurahan, sehingga kepala desa harus tahu persis kapan dia harus memberikan laporan. Sehingga kita punya gedung Pusdalops yang satu pintu untuk mengakses data-data laporan-laporan itu,” jelasnya.
Terkait kebencanaan di Lombok Tengah, Ridwan Ma’ruf mengatakan saat ini ada beberapa kecamatan yang sudah diwanti-wanti akan rawan bencana.
“Ada beberapa kecamatan yang menjadi sangat penting yang kita atensi selama ini. Seperti Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Batu Keliang Utara, Jonggat. Ini yang dominan yang sering terjadi bencana seperti angin puting beliung, tanah longsor, banjir. Ini kan selalu terdampak di situ,” sebut Ridwan Ma’ruf.
Dikatakannya, di musim kemarau saat ini BPBD Lombok Tengah sudah mendistribusikan beberpa tangki air bersih ke tiga kecamatan diantaranya, Praya Timur, Praya Barat Daya, dan Jonggat.
“Air yang sudah kami drop sampai dengan hari ini untuk 3 kecamatan (Praya Timur, Praya Barat Daya, dan Jonggat) sudah 39 tangki,” katanya.
Sampai saat ini stok air bersih yang masih tersedia di BPBD Lombok Tengah sebanyak 200 tangki. Ia juga menjelaskan stok tersebut dari 2025 sampai saat ini belum habis terdistribusi.
































