Diduga Angkat PPPK Jadi Kasek Tak Sesuai Aturan, Komisi IV DPRD Loteng Cecar Dinas Pendidikan

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) pada Selasa 7 April 2026, cecar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat terkait adanya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang belum memenuhi syarat diangkat jadi Kepala Sekolah (Kasek).

Kejadian tersebut ternyata terjadi disejumlah sekolah dasar (SD) yang ada di Loteng, salah satunya sejumlah SD yang ada di Desa Pendem Kecamatan Janapria.

“Hal ini harus segera diluruskan dan keputusan keliru yang terlanjur dilakukan dinas harus dievaluasi,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Loteng, Wirman Hamzani, usai gelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) dengan Dikbud Loteng kepada wartawan.

BACA JUGA :  Maesarah Tampil Mewakili Kafilah NTB di MTQ Internasional 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, terang Hamzan, guru PPPK resmi diperbolehkan menjadi kepala sekolah setelah memenuhi berbagai persyaratan.

Dimana syarat utamanya adalah kualifikasi minimal S1/D4, memiliki sertifikat pendidik, jabatan minimal Guru Ahli Pertama, harus mengabdi minimal 8 tahun setelah menjadi PPPK, serta mendapat penilaian kinerja “Baik”.

BACA JUGA :  Polres Loteng Gelar Bhakti Kesehatan Di Atas Kapal Jelang Hari Bhayangkara Ke-78

Politisi yang dikenal dengan nama Hamzan Halilintar ini lebih jauh mengungkapkan keheranan, karena ada juga kejadian guru yang akan pensiun 2 atau 3 tahun lagi dijadikan PLT kepala sekolah, namun kembali diturunkan jabatanya jadi guru biasa.

“Kenapa tidak yang mau pensiun ini diangkat jadi Kasek definitif. Ini sudah jadi PLT malah lagi diturunkan jadi guru biasa,” tandas Hamzan Halilintar.

BACA JUGA :  DPD KAI NTB Gandeng FHISIP Unram Gelar PKPA

Saat ini lanjut Hamzan, Kasek hasil mutasi yang digelar oleh Pemkab Loteng beberapa waktu lalu juga tidak bisa masuk dalam sistem.

Untuk itu Komisi IV DPRD berharap agar kinerja Dikbud Loteng melakukan evaluasi atas kinerjanya agar hal-hal yang melanggar aturan tersebut tidak terjadi lagi. (red)

Berita Terkait

Perluas Wawasan Akademik dan Organisasi, Falma Buton Wakili UIN Mataram di Ajang Internasional
Kapolresta Loteng Beri Semangat dan Edukasi Pelajar saat Upacara Berbeda di SMAN 4 Praya
Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab
Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026
Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS
Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang
Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP
Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Perluas Wawasan Akademik dan Organisasi, Falma Buton Wakili UIN Mataram di Ajang Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Kapolresta Loteng Beri Semangat dan Edukasi Pelajar saat Upacara Berbeda di SMAN 4 Praya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Tak Sekadar Sekolah Umum, SMPN 1 Praya Tengah Tumbuhkan Tradisi Tahfiz dan Kajian Kitab

Rabu, 30 September 2026 - 12:14 WIB

Poltekpar Lombok Perkuat Link and Match Industri Lewat Career Expo 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:45 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat! Pemdes Desa Mantang Sukses Gelar Tabligh Akbar UAS

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Boyong 13 Emas di Tingkat Provinsi, 17 Peserta Asal Lombok Tengah Perkuat NTB pada MTQ Nasional Semarang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Tekan Modus SPJ Fiktif Hingga Praktik Mark-up, Kejari Lombok Tengah Kawal Pengelolaan Dana BOSP

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Lombok Tengah Luncurkan BESTI

BERITA TERBARU