Sukses Kelola Walet Hulu Hingga Hilir, Ading Walet Group Jadi Lokasi Benchmarking Study

- Wartawan

Kamis, 23 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Berkat kesuksesan yang diraih, Kampung Walet CV. Ading Walet Group, dipilih menjadi lokasi Benchmarking Study oleh pihak Provinsi Kalimantan Timur Indonesia.

Pantauan wartawan, sekitar 100 orang lebih dengan menggunakan 2 BUS besar dan I Ace serta seuah kendaraan Mini Bus, tiba pada Kamis 16 Nopember 2023 di Kampung Walet yang dikelola oleh CV. Ading Walet yang berlokasi di Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah NTB.

Tiba di Desa Kateng, para tamu tersebut, dipandu oleh sejumlah pihak dari CV.Ading Walet untuk melakukan kunjungan ke sejumlah Rumah Walet yang telah dibangun oleh CV.Ading Walet yang letaknya berada di jalan dari Desa Kateng menuju Desa Pengembur Kecamatan Pujut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi Rumah Walet tersebut, tampak 2 buah bangunan menjulang tinggi yang terlihat dikelilingi oleh burung-burung walet dengan suara khas burung walet yang bersahut-sahutan. Di sekitar area tersebut, juga tampak kerangka-kerangka bangunan lain yang merupakan pembangunan Rumah Walet yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Setelah melihat secara dekat, area Rumah Walet CV.Ading Walet tersebut, ratusan rombongan kemudian beranjak menuju ke Kampung Walet 99 yang sekaligus sebagai lokasi pencucian sarang burung walet yang lokasinya tidak jauh dari area Rumah Walet tadi.

Tiba di Kampung Walet 99, dalam sambutanya Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan ST.MT. mengatakan, pihaknya datang ke Kampung Walet Ading Walet tersebut, tidak lain untuk melakukan Benchmarking Study.

Untuk itu, rombongan yang turut dalam study tersebut selain terdiri dari belasan pejabat lingkup Dinas Peternakan da Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, juga hadir perwakilan dari sejumlah dinas terkait dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.

BACA JUGA :  Menjelang Lebaran Harga Beras Di Pasar Renteng Praya Turun

“Selain itu, turut hadir juga para peternak Walet dari Kalimantan Timur. Jadi para peternak ini nanti akan banyak menyerap informasi baru di sini,”harap Kadis.

Kadis lebih jauh menjelaskan, kedatanganya ingin melihat lebih jauh bagaimana strategi dan kolaborasi yang dilakukan oleh Ading Walet Group antar pengusaha Sarang Burung dan peternak Burung Walet sehingga industri walet ini bisa berjalan dan saling menguntungkan satu sama lainya.

“Bagaimana pihak lain terlibat, bagaimana pengelolaan pencucian sarang burung waletnya, ternasuk juga bagaimana pembiayaan. Izin-izin dan sarana dan prasaran yang dibutuhkan,”jelas Kadis.

Kadis juga menyatakan, kalau pihaknya ingin mengetahui bagaimana bentuk dukungan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik kabupaten dan provinsi atas usaha dibidang Walet tersebut, hingga berkembang pesat seperti saat ini.

“Kami ingin kegiatan usaha walet dari hulu hingga hilir seperti yang dilakukn di sini, bisa kami terapkan di daerah kami nanti. Memang di kami telah ada, namun belum setara dengan yang ada di Ading Walet ini. Apalagi kolaborasi kita belum jalan seperti di sini,”imbuh Kadis.

Pemilik CV.Ading Walet Group, Fina Novianti SE, yang secara langsung menyambut kedatangan puluhan tamu dari Kalimantan Timur tersebut menuturkan, usaha walet tersebut bermula dari usaha yang dibangun dibawah naungan CV.Ading Walet dengan rumah walet yang apa adanya.

Dengan ketekunan, keuletan serta semangat pantang menyerah, CV.Ading Walet dengan hasil panen yang cukup memuaskan pada awal-awal pendirian, akhirnya mengembangkan usaha dengan membanguan tempat pencucian sendiri walau dengan kondisi yang sangat sederhana.

“Dengan sedikit ilmu dan tekat, bahwa kalau yang kita jual Sarang Burung Walet yang bersih,tentu nilai jualnya akan tinggi. Maka kami dengan perencanaan matang, membangun tempat pencucian pertama di lantai dua itu,”tutur Fina, sapaan akrabnya.

BACA JUGA :  Bhabinkamtibmas Seminar Salit Lakukan Pemasangan Baliho Himbauan Karhutla

Saat itulah kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, khusunya Pemerinta Provinsi NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, mulai memberikan perhatian dengan memberikan bimbingan, arahan bahkan bantuan.

Sehingga walau masih melalui pihak ketiga, CV. Ading Walet pernah ekspor hasil sarang burung walet hingga ke Amerika dan Australia serta beberapa negara lainya seperti ke China.

Prestasi tersebut, membuat sejumlah pihak baik dari pemerintah dan para peternak burung walet memberikan perhatianya ke CV.Ading Walet. Dinana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan untuk pengembangan usaha walet tersebut.

“Untuk mendapatkan bantuan dari kementerian disyaratkan untuk membentuk kelompok-kelompok. Nah di sini mulai ada tantanganya, karena tidak semua peternak burung walet mau didata, namun begitu kita berhasil lakukan sosialisasi dan terbentuklah Kelompok Tani Ternak Walet 99 (KPP99) yang merupakan wadah pengembangan usaha bagi para peternak burung walet,”terang Fina.

KPP 99 inilah yang kemudian membangun lagi tempat pencucian sarang burung walet dengan sarana dan prasarana yang lebih baik dan lengkap dengan hasil pencucian hingga kelas tertinggi dan bisa dieksport.

Maka pengelolaan walet dari hulu hingga ke hilir mulai dari beternak Burung Walet dengan membangun sendiri rumah-rumah walet sebanyak mungkin. Selanjutnya melakukan budidaya Burung Walet di lokasi sendiri juga dikakukan, hingga melakukan panen sendiri, berikutnya melakukan pencucian Sarang Burung Walet sendiri, hingga melakukan ekspor, dimana semua itu dilaukan di Kampung Walet yang merupakan lokasi usaha CV.Ading Walet Group.

“Selain itu, di Kampung Walet ini juga mengolah berbagai macam produk turunan dari Sarang Burung Walet, yang dikemas sedemikian rupa dengan harga terjangkau dan kompetitip dengan rasa yang khas dan tentu menyehatkan,”jelas Fina Novianti.

BACA JUGA :  Tingkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan UMKM Lokal, ITDC Bersama Asosiasi UMKM Mandalika Gelar Community Collaboration 

Dijelaskan lebih jauh, di Kampung Walet ini, komplit dilakukan semua bidang yang mencakup pada usaha walet. Baik bidang, peternakan walet-nya, produksi pencucianya, produksi olahan-nya, hingga pengembangan pembangunan Rumah Burung walet-nya.

Pada kesempatan tersebut, dialog dengan sejumlah peserta terjadi. Berbagai pertanyaan seputar Kampung Walet dilontarkan para peserta study dan dijawab dengan semangat oleh Fina Novianti.

Setelah diskusi dan dialog, dirasakan cukup, kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara langsung proses Pencucian Sarang Burung Walet yang saat sedag kunjungan tersebut, sejumlah pegawai di Kampung Walet tersebut sedang melakukan proses pencucian Walet.

“Kami di Ading Walet ini, bersama-sama dengan Kampung Walet 99, membuka diri untuk bekerjasama dan investasi. Bagi yang ingin mencuci Sarang Walet di tempat kami ini kami persilahkan, biaya hanya Rp.2 juta per 1 Kg Sarang Burung Walet. Selain itu, yang ingin turut beternak dan budidaya burung walet, kami sudah ada lahan yang telah dikapling dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) masing-masing,”tandas Fina.

Begitu juga dengan rumah-rumah walet yang ada di Kampung Walet 99 serta tempat pemrosesan Sarang Walet yang dikelola CV.Ading Walet Albuntaran ini, telah memiliki nomor registrasi dari Badan Karantina Pertanian dengan kapasitas produksi hingga 400 KG Sarang Burung Walet.

Selain itu, CV.Ading Walet Albuntaran juga mendapatkan SK dari Badan Karantina Indonesia nomor: 148/KPTS/KR.120/K/10/2023 tentang penetapan Instalasi Karantina Hewan (IKH) sebagai Sarang Burung Walet – Non Tiongkok.

SK teraebut menetapkan bahwa bangunan beserta sarana dan prasarana milik CV. Ading Walet Albuntaran, sebagai Instalasi Karantina Hewan Pengeluaran Sarang Burung Walet ke Negara Selain Tiongkok, dengan kapasitas paling banyak 400 KG untuk setiap masa karantina.

Berita Terkait

Acara halal bihalal advokat dilaksanakan diJakarta begitu meriah dan mendapat dukungan dari anggota anggota yang hadir
Acara ini gimana bakal lebih halal bihalal,?alhamdulillah hari ini acara kalau menurut saya untuk kami semuanya ini merupakan suatu acara ikatan silaturahmi antara dpc di baik di dpc yang ada jakarta utara dan divisi yang lain
Menjelang Lebaran Harga Beras Di Pasar Renteng Praya Turun
BANK NTB Syariah Sambet 2 Penghargaan di TOP BUMD Awards 2024
Bank NTB Syariah Komitmen Kembangkan IKM di NTB
Bank NTB Syariah dan LPPI Gelar Manager-Supervisi Development Program
PT AMMAN Selesaikan Pembayaran IUPK-OK Ke Sejumlah Daerah Dengan Total 437 Miliar
Awal Bulan Maret, Harga Beras Berangsur Turun

Berita Terkait

Sabtu, 4 Mei 2024 - 11:55 WIB

Acara halal bihalal advokat dilaksanakan diJakarta begitu meriah dan mendapat dukungan dari anggota anggota yang hadir

Sabtu, 4 Mei 2024 - 11:43 WIB

Acara ini gimana bakal lebih halal bihalal,?alhamdulillah hari ini acara kalau menurut saya untuk kami semuanya ini merupakan suatu acara ikatan silaturahmi antara dpc di baik di dpc yang ada jakarta utara dan divisi yang lain

Selasa, 2 April 2024 - 10:39 WIB

Menjelang Lebaran Harga Beras Di Pasar Renteng Praya Turun

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:10 WIB

BANK NTB Syariah Sambet 2 Penghargaan di TOP BUMD Awards 2024

Sabtu, 9 Maret 2024 - 09:10 WIB

Bank NTB Syariah Komitmen Kembangkan IKM di NTB

Sabtu, 9 Maret 2024 - 08:42 WIB

Bank NTB Syariah dan LPPI Gelar Manager-Supervisi Development Program

Jumat, 8 Maret 2024 - 09:10 WIB

PT AMMAN Selesaikan Pembayaran IUPK-OK Ke Sejumlah Daerah Dengan Total 437 Miliar

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:33 WIB

Awal Bulan Maret, Harga Beras Berangsur Turun

BERITA TERBARU

Politik

Sugiarto Terpilih Menahkodai Partai Hanura 2024-2029

Minggu, 16 Jun 2024 - 06:58 WIB