NESIANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah peringati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ke-54 bertempat di ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, 7 Mei 2026.
Peringatan Hari PKK yang ke-54 ini mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.
Ketua II Tim Penggerak PKK Lombok Tengah, Ir. Rahmayati Firman Wijaya, M.Si., menjelaskan makna dibalik Tema yang diangkat pada peringatan yang ke-54 ini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tema Ini mengandung makna bahwa gerakan PKK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 program pokok PPK sebagai landasan utama gerakan pemberdayaan keluarga,” terangnya.
Melalui penguatan tersebut, Lanjut Rahmayati, PPK berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan asta cita melalui pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan, inklusif dan berkeadilan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kabupaten Lombok Tengah saat ini terdiri dari 12 Kecamatan, 154 desa dan kelurahan yang menjadi wilayah binaan Penggerak PKK dalam menjalankan 10 program pokok PKK. Pastinya dengan cakupan wilayah yang luas ini diperlukan sinergi dan komitmen berama agar seluruh program dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan,” jelasnya.
10 Program Pokok PKK meliputi:
1. Penghayatan & Pengamalan Pancasila
2. Gotong Royong
3. Pangan
4. Sandang
5. Perumahan & Tatalaksana Rumah Tangga
6. Pendidikan & Keterampilan
7. Kesehatan
8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
10. Perencanaan Sehat
Bupati Lombok Tengah, H.Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., dalam sambutannya menyampaikan banyak hal yang harus terpikir untuk membangun Lombok Tengah, salah satunya dengan mendirikan Sekolah Rakyat yang menjadi program Presiden Prabowo.
“Kita menunggu dibangunnya Sekolah Rakyat. Itu 100 – 200 miliar, Sekolah Rakyat ini tidak mengganggu murid-murid yang sudah ada, tidak mengganggu pondok pesantren yang ada. Sekolah Rakyat ini asal muridnya dari desil 1, 2 dan 3,” jelasnya.
Dikatakannya, Sekolah Rakyat ini untuk keluarga-keluarga yang kurang mampu dan semua biayanya akan ditanggung oleh pemerintah.
“Orang (Keluarga) sangat parah kemiskinannya, anaknya dibawa untuk disekolahkan di sana, semuanya ditanggung pemerintah, orang tuanya juga diberikan edukasi, begitu anaknya lulus sekolah, anakya berhenti dikatakan desil 1, desil 2,” papar Pathul Bahri.
“Karenanya tugas-tugas pemerintah sangatlah banyak. Kerjaan-kerjaan ini tentunya tidak akan pernah luput dari tugas dan fungsi Tim Penggerak PKK yang terus memberi semangat untuk melanjutkan pembangunan ini di Kabupaten Lombok Tengah,” lanjutnya. (ahmd)
































