Dorong Penguatan Ekosistem Inklusif, The Golo Mori Fasilitasi Penyelenggaraan Workshop Isu Kedisabilitasan

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – The Golo Mori menjadi tuan rumah pelaksanaan Workshop Pengenalan Isu-isu Kedisabilitasan bagi Stakeholders yang digagas oleh Yayasan Kita Juga (SANKITA) pada Kamis (27/11) di Beach Shelter, Kawasan The Golo Mori.

SANKITA adalah organisasi sosial yang bergerak dalam pemberdayaan disabilitas di Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, NTT.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan unsur pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, wirausaha, tokoh masyarakat, dan perwakilan penyandang disabilitas, untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pembangunan ekosistem sosial yang inklusif, adaptif, dan menghargai keberagaman di wilayah pesisir selatan Labuan Bajo.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikan oleh General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, bahwa inklusivitas merupakan bagian penting dari arah pembangunan destinasi berkelanjutan yang tengah diperkuat di kawasan The Golo Mori.

BACA JUGA :  Malam Puncak Festival Lakey 2025, Gubernur NTB Ajak Dompu Terus Berkembang dan Bersinar

“Ketika setiap kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses dan kesempatan yang setara, maka daya saing kawasan akan tumbuh secara lebih kokoh dan bermakna,” ujarnya.

Dari sisi program pemberdayaan, Direktur Yayasan Kita Juga (SANKITA) memaparkan hasil asesmen lapangan yang telah dilakukan sejak Mei 2025. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas di tiga desa dampingan yaitu Desa Golo Mori, Desa Warloka, dan Desa Pantar masih menghadapi keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, fasilitas pendukung, hingga ketersediaan alat bantu adaptif. Kondisi ini mempertegas urgensi peningkatan literasi dan kapasitas masyarakat terkait isu kedisabilitasan.

BACA JUGA :  KMPS Diresmikan, Pathul Bahri: Targetkan Kesejahteraan Merata di Lombok Tengah

Berangkat dari temuan tersebut, lokakarya dirancang untuk membangun pemahaman bersama mengenai konsep kedisabilitasan, perspektif masyarakat inklusif, hingga strategi menghadirkan ruang sosial yang lebih ramah dan partisipatif. Melalui sesi pemaparan materi, diskusi kelompok, dan penyusunan rencana aksi, peserta dari berbagai sektor mendalami tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas serta merumuskan langkah kolaboratif untuk menyediakan akses dan kesempatan yang lebih setara di tingkat komunitas.

The Golo Mori menempatkan aspek inklusi sosial sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan sosial yang aman, adaptif, dan dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat.

BACA JUGA :  Oke Wiredarme Bertemu TGH Arifin Mahdi, Dapat Banyak Wajengan Politik

“Kami menyambut baik inisiatif para mitra yang terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat. Harapannya, hasil pertemuan hari ini dapat memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan sosial yang adaptif, aman, dan memberikan ruang bagi semua,” tambah Aji.

Melalui penyelenggaraan dialog kolaboratif ini, The Golo Mori menegaskan komitmen untuk terus menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan komunitas. ITDC meyakini bahwa keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan nilai ekonomi yang dihasilkan semata, tetapi juga pada kualitas hubungan sosial serta kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga dalam menikmati manfaat pembangunan kawasan. (REL)

Berita Terkait

InJourney Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026 di Bandara dan Destinasi, Catat Pertumbuhan Trafik Penumpang 6,4%
Libur Lebaran: Pertamina Mandalika International Circuit : Jadi Destinasi Wisatawan Di Lombok
Sambut Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri 1447H, Hotel di Kawasan ITDC Hadirkan Promo Spesial
ITDC Gelar Berkah Ramadan Seru 2026, Perkuat Silaturahmi di Kawasan The Mandalika
Boom Burger: Cerita Manis dari Balik Laju Roda Ekonomi Mandalika
MGPA Tebar Diskon Spesial “Ngabuburide” di Sirkuit Mandalika Selama Ramadhan
GM Pullman Lombok Masuk Jajaran 100 Manajer Hotel Terbaik Dunia 2025
Festival Bau Nyale 2026 Tingkatkan Nilai Kebudayaan dan Berdampak Positif Bagi UMKM
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:27 WIB

InJourney Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026 di Bandara dan Destinasi, Catat Pertumbuhan Trafik Penumpang 6,4%

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:14 WIB

Libur Lebaran: Pertamina Mandalika International Circuit : Jadi Destinasi Wisatawan Di Lombok

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:44 WIB

Sambut Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri 1447H, Hotel di Kawasan ITDC Hadirkan Promo Spesial

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:32 WIB

ITDC Gelar Berkah Ramadan Seru 2026, Perkuat Silaturahmi di Kawasan The Mandalika

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:10 WIB

Boom Burger: Cerita Manis dari Balik Laju Roda Ekonomi Mandalika

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:01 WIB

MGPA Tebar Diskon Spesial “Ngabuburide” di Sirkuit Mandalika Selama Ramadhan

Senin, 16 Februari 2026 - 22:32 WIB

GM Pullman Lombok Masuk Jajaran 100 Manajer Hotel Terbaik Dunia 2025

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:42 WIB

Festival Bau Nyale 2026 Tingkatkan Nilai Kebudayaan dan Berdampak Positif Bagi UMKM

BERITA TERBARU

Sumber: ntbprov.co.id

Pemerintahan

Data Akurat Kunci Pembangunan NTB yang Tepat Sasaran

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:22 WIB