Taati SIPD RI, BPD Bali Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NESIANEWS.COM – Bank NTB Syariah memperkuat posisinya sebagai pengelola utama pembiayaan aparatur sipil negara (ASN) daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah menerima pelimpahan pembiayaan PNS senilai sekitar Rp200 miliar dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.

Pelimpahan tersebut dilakukan seiring penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang mengatur penyaluran gaji pegawai daerah secara langsung ke rekening masing-masing pegawai.

Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin dengan Direktur Kredit PT Bank Pembanguan Daerah Bali, Made Lestara Widiatmika, di Denpasar, Senin (15/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Divisi Kredit Ritel & Konsumer (KRK) BPD Bali, I Gede Sukanada, Kepala BPD Bali Cabang Mataram, Anak Agung Ngurah Aryadiputra, serta GM Divisi KSM Bank NTB Syariah, Andreas Mauludy.

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah Inisiasi Program Nampak Terang Benderang

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menjelaskan bahwa kebijakan SIPD membuat bank yang tidak mengelola rekening gaji pegawai daerah menjadi sulit mengendalikan risiko pembiayaan. Pasalnya, pemotongan kewajiban pinjaman kini hanya dapat dilakukan oleh bank pengelola rekening gaji.

“Dengan SIPD, seluruh gaji harus masuk ke rekening pegawai terlebih dahulu, baru kemudian dipotong untuk kewajiban. Artinya, bank yang tidak mengelola rekening gaji tidak lagi memiliki kontrol terhadap cash flow nasabah,” ujar Nazaruddin.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat BPD Bali menilai pembiayaan PNS daerah di NTB tidak lagi manageable dari sisi manajemen risiko. Setelah melakukan asesmen, BPD Bali memutuskan melimpahkan portofolio pembiayaan PNS yang tersisa ke Bank NTB Syariah.

BACA JUGA :  Di Lombok Tengah Sebuah Gapoktan, Ungkap Fakta Dibalik Tudingan Mafia Pupuk Terhadap Mereka

“Nilainya saat ini sekitar Rp200 miliar. Sebenarnya dulu lebih besar, bisa mencapai Rp300 hingga Rp400 miliar. Namun, dalam setahun terakhir mereka sudah tidak lagi menyalurkan pembiayaan baru karena menyadari risiko ke depan,” katanya.

Menurut Nazaruddin, langkah BPD Bali ini didasarkan pada filosofi dasar kredit perbankan, yakni pembiayaan seharusnya dilakukan oleh bank yang menguasai arus kas nasabah. Dalam konteks ASN daerah NTB, penguasaan tersebut berada pada Bank NTB Syariah sebagai bank pengelola rekening gaji.

“Kalau tidak menguasai cash flow, maka pembiayaan hanya bergantung pada itikad baik nasabah. Itu tentu berisiko. Karena itu, pelimpahan ini menjadi langkah yang rasional dan patuh terhadap prinsip manajemen risiko,” ujarnya.

Saat ini, Bank NTB Syariah baru menguasai dibawah 50 persen pangsa pembiayaan PNS daerah di NTB. Sisanya masih dikelola oleh sejumlah bank lain, termasuk bank-bank BUMN.

BACA JUGA :  Seorang Warga Desa Mertak ditemukan Meninggal setelah Menyelam Mencari ikan

Nazaruddin berharap, langkah BPD Bali dapat menjadi pemicu bagi bank lain untuk mengikuti kebijakan serupa.

“Kami melihat ini sebagai bola salju pertama. Ke depan, bank-bank yang tidak menguasai cash flow ASN daerah semestinya akan mengambil langkah yang sama, karena secara filosofi kredit sudah tidak sesuai,” ucapnya.

Meski pembiayaan PNS merupakan captive market bagi Bank NTB Syariah, Nazaruddin menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan pembiayaan produktif. Namun demikian, segmen pembiayaan ASN tetap menjadi bagian penting yang tidak akan ditinggalkan.

“Ini bukan soal meninggalkan pembiayaan produktif, tetapi menjaga pasar yang memang menjadi tanggung jawab kami sebagai bank daerah,” ujar Nazaruddin. (RED)

Berita Terkait

Bank NTB Syariah Cermati Wacana Pengalihan Gaji ASN, Siapkan Alternatif Pendanaan
Dukung Pemagangan ke Jepang, Bank NTB Syariah Siapkan KUR Rp 10 Miliar
Bank NTB Syariah Perkuat Sistem Penerimaan Daerah di Sektor Perikanan dan Kelautan
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan
Bupati Lombok Tengah Berharap SIHT Barabali Beri Manfaat bagi Masyarakat
Presale 2 Dibuka, Tipe-X, Juicy Luicy dan Deretan Artis Lainnya Meriahkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Giant Helmet Hadir di Sarinah, Permudah Pembelian Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Jalin Kerja Sama dengan ITDC, PT. Narmada Awet Muda jadi Official Drinking Water di MotoGP Mandalika 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bank NTB Syariah Cermati Wacana Pengalihan Gaji ASN, Siapkan Alternatif Pendanaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Dukung Pemagangan ke Jepang, Bank NTB Syariah Siapkan KUR Rp 10 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Bank NTB Syariah Perkuat Sistem Penerimaan Daerah di Sektor Perikanan dan Kelautan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

Sabtu, 19 September 2026 - 09:10 WIB

Bupati Lombok Tengah Berharap SIHT Barabali Beri Manfaat bagi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Presale 2 Dibuka, Tipe-X, Juicy Luicy dan Deretan Artis Lainnya Meriahkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:26 WIB

Giant Helmet Hadir di Sarinah, Permudah Pembelian Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 04:08 WIB

Jalin Kerja Sama dengan ITDC, PT. Narmada Awet Muda jadi Official Drinking Water di MotoGP Mandalika 2026

BERITA TERBARU

Wisata

ICANN87 Perkuat Posisi The Nusa Dua di Panggung Global

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB